PATI, KawalJateng.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati merilis update terbaru pasien keracunan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) siang ini, Kamis, 10 September 2026 pukul 13.00 WIB. Sejauh ini, korban keracunan MBG yang bergejala meningkat dari yang sebelumnya 265 orang, menjadi 269 orang.
"Izin melaporkan data terkini Kamis, 10 September 2026 cut off jam 13.00 WIB, jumlah korban dugaan kermak (keracunan makanan) MBG SPPG Gembong 1 sebagai berikut bergejala 269 orang. Rawat inap 59 meliputi RSUD Soewondo 24, RS Mitra Bangsa 13, RS KSH 20, RS Fastabiq Sehat 2. Rawat jalan 154 meliputi RSUD Soewondo 120, RS Mitra Bangsa 31, RS KSH 0, RS Fastabiq Sehat 0, Puskesmas Gembong 3," tulis informasi Dinkes Kabupaten Pati.
Korban berasal dari siswa dan guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gembong, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pati. Terbaru, siswa dari MTs Mambaul Ulum juga kena dampak keracunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pat, Risma Ardhi Chandra memutuskan Kabupaten Pati masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) demi menyelamatkan nyawa para pasien yang menjadi korban MBG
"Kami memang mengutamakan masalah pelayanan kesehatan masyarakat menyangkut nyawa. Saya putuskan KLB karena kami utamakan penyelamatan dulu, makanya kami handle langsung," terang Chandra kepada awak media, Kamis, 10 September 2026.
Pekan depan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati akan melakukan pengecekan di seluruh dapur penyedia MBG. Dari pengecekan itu, pihaknya mengevaluasi untuk kemudian dilaporkan ke BGN.
"Kami koordinasi, minggu depan sisir semua dapur di Pati, nanti saya datang sendiri dengan tim kami mengecek ulang fasilitas di 172 dapur di Pati. Kami cek fasilitas dan kemampuan dapur yang melayani mitra di Pati. Kami berkomitmen membenahi fasilitas dapur," ungkap Ketua Satuan Tugas (Satgas) SPPG Kabupaten Pati tersebut.
Berkaitan dengan beberapa sekolah yang memilih tak mau menerima MBG, pihaknya sedang mengkonsultasikan persoalan tersebut. Dan, pihaknya bersama BGN tengah menguji sampel makanan ke laboratorium.
"Nanti akan kita diskusikan soal sekolah yang menolak MBG. Sampel masih diuji lab," sebutnya.
Para wali murid diimbau tenang menghadapi kondisi genting ini. Pemkab Pati dan BGN akan menanggung biaya pengobatan para korban.
"Ini untuk keselamatan masyarakat, kami khawatirkan menyangkut nyawa anak didik kita. Supaya orang tua tenang, kalau ada keluhan dibawa ke rumah sakit," urainya.
Kendati demikian, belum diketahui dana yang akan digelontorkan selama KLB ini ditetapkan.
"Belum tahu anggaran. Intinya penanganan dulu biar orang tua tenang supaya kami gerak cepat," tandasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!