PATI, KawalJateng.com - Kelompok Pati Ora Sepele (POS) menggelar rembug warga sebagai bagian dari refleksi satu tahun gerakan masyarakat Kabupaten. Forum tersebut membahas sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi kegelisahan warga, mulai dari bencana geologi, persoalan agraria, hingga ketimpangan sosial.
Ketua POS, Harno mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi berbagai perjuangan masyarakat Kabupaten selama setahun terakhir.
“Agenda kita hari ini adalah diskusi atau rembug warga, yaitu terkait dengan evaluasi gerakan masyarakat Pati atau perjuangan masyarakat Pati selama satu tahun ini,” ujar Harno, Kamis, 13 Agustus 2026.
Harno menyebut sejumlah warga dari wilayah Kecamatan Tayu dan Kecamatan Cluwak turut menyampaikan persoalan yang mereka alami, khususnya masyarakat yang terdampak bencana rob maupun sengketa lahan.
“Tema hari ini yang kita usung yaitu terkait dengan masalah bencana geologi, yaitu rob, banjir, dan lain sebagainya. Yang kedua, terkait dengan ketimpangan sosial,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, POS juga menghadirkan sejumlah organisasi dan jaringan masyarakat dari luar daerah, antara lain Fight Inequality Alliance (FIA), Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Center of Economic and Law Studies (Celios).
Puncak rangkaian refleksi dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Simpang Lima Pati. Aspirasi yang muncul dalam rembug warga akan dibawa untuk disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Harno menegaskan refleksi satu tahun gerakan tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk memperjuangkan keadilan sosial, ekonomi, hukum, dan politik. Ia menilai persoalan keadilan yang dirasakan masyarakat tidak boleh dibiarkan begitu saja. Masyarakat perlu bangkit dan bersama-sama menyampaikan hak serta tuntutannya kepada pemangku kebijakan.
“Refleksi ini adalah bentuk kesadaran kami sebagai masyarakat yang selama ini atas rasa keadilan sosial, ekonomi, hukum, politik, dan lain sebagainya yang semakin tambah hari semakin tambah dimatikan,” ungkapnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!