kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
25 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Kucurkan Rp493 Miliar, Blora Jadi Penerima Alokasi Inpres Jalan Daerah Terbesar di Jateng

Kucurkan Rp493 Miliar, Blora Jadi Penerima Alokasi Inpres Jalan Daerah Terbesar di Jateng
Kucurkan Rp493 Miliar, Blora Jadi Penerima Alokasi Inpres Jalan Daerah Terbesar di Jateng

PATI, kawaljateng.com — Kabupaten Blora resmi menjadi daerah penerima alokasi bantuan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) terbesar di Jawa Tengah untuk Tahun Anggaran 2025. Dari total anggaran Rp493,284 miliar yang dikucurkan pusat untuk Provinsi Jateng, Blora berhasil mengantongi Rp93,21 miliar atau hampir 20% dari total pagu provinsi.

Hal tersebut terungkap dalam acara peresmian bantuan IJD secara daring oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang diikuti langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dari Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026).

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, secara keseluruhan Jawa Tengah mendapatkan 30 paket pekerjaan penanganan jalan sepanjang 132,62 km yang tersebar di 19 kabupaten/kota. Khusus untuk Blora, anggaran sebesar Rp93,21 miliar tersebut dikonversi menjadi penanganan jalan sepanjang 20,81 km.

"Adanya Inpres Jalan Daerah ini sangat membantu kabupaten/kota maupun provinsi, sebagaimana instruksi Presiden untuk menumbuhkan ekonomi baru dari pedesaan sampai kota," ujar Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan, intervensi IJD ini sangat krusial bagi Jateng. Pasalnya, musim hujan berkepanjangan sempat membuat tingkat kemantapan jalan provinsi mengalami penurunan. Pemprov Jateng kini membidik target untuk mengembalikan kemantapan jalan ke angka 94% pada tahun 2026 ini.

Blora Bebas Isolasi, NJOP dan PAD Meroket

Merespons torehan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, kucuran dana jumbo dari pusat ini memberikan dampak instan pada konektivitas wilayahnya, terutama di area perbatasan dan jalur antarkecamatan yang selama ini sulit diakses.

"Berkat bantuan itu, jalan-jalan di perbatasan dan antarkecamatan kondisinya sudah semakin baik. Wilayah yang dulu terisolasi, sekarang sudah lebih mudah diakses," kata Arief.

Tak sekadar memperlancar mobilitas, mulusnya infrastruktur ini juga memicu efek domino pada sektor ekonomi makro daerah. Arief menyebut, kenaikan kualitas jalan langsung mendongkrak Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sekitar kawasan proyek, yang pada akhirnya ikut mengatrol Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora.

Kiblat 2027: Garap Jalur Pariwisata dan Pangan

Keberhasilan serapan anggaran di tahun 2025 membuat Pemprov Jateng ketagihan. Untuk tahun anggaran berikutnya, Jateng tercatat telah mengajukan usulan baru berupa penanganan jalan sepanjang 36,30 km dan jembatan sepanjang 249,70 meter. Jika disetujui, konstruksi fisik akan mulai digarap pada TA 2027.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa arah pembangunan infrastruktur Jateng pada 2027 akan bergeser total ke sektor pariwisata dan sentra ekonomi baru.

"Besok kami tambah lagi. Tahun 2027 roadmap pembangunan kita adalah pariwisata. Prioritaskan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, dan potensi ekonomi baru," tegas Gubernur.

Senada dengan target provinsi, Bupati Blora juga bersiap menyusun proposal usulan IJD tahap berikutnya dengan menitikberatkan pada dua sektor unggulan lokal. "Ke depan kita usulkan agar dapat IJD lagi, khususnya untuk daerah-daerah yang memang basisnya ketahanan pangan dan pariwisata," pungkas Arief. (Kj)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!