PATI, KAWALJATENG.COM – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR) baru yang berlokasi di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, dipastikan belum bisa bergulir dalam waktu dekat. Berdasarkan instruksi dari Kementerian Sosial (Kemensos), aktivitas pembelajaran resmi di sekolah tersebut diundur menjadi tanggal 31 Juli 2026.
Untuk sementara waktu, para siswa saat ini ditempatkan dan melakukan aktivitas di Sentra Margo Laras yang berada di Kecamatan Margorejo, sembari menunggu pembangunan gedung baru di Tlogowungu rampung.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia, mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan fisik gedung SR di Kecamatan Tlogowungu sudah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
"Proses belajar mengajar diundur. Arahan dari Kemensos, belajar mengajar dimulai 31 Juli. Saat ini pembangunan sudah mencapai sekitar 88 persen, namun untuk pelaksanaan pembelajaran sebenarnya sudah tidak ada masalah," ujar dr. Aviani kepada awak media, Senin (13/7/2026).
Aviani menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ini merupakan program serta aset milik pemerintah pusat di bawah naungan kementerian, bukan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Pati. Saat ini, pihak pengelola tengah mempersiapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang nantinya akan dilangsungkan di gedung baru Tlogowungu.
"Rencananya akan dimulai dengan MPLS untuk pengenalan lingkungan dan macam-macam, tetapi untuk proses belajar mengajar intinya belum dimulai. Teknis kegiatan MPLS sepenuhnya menjadi kewenangan tenaga pendidik di SR terkait," terangnya.
Di samping kendala mundurnya jadwal pembelajaran akibat faktor pembangunan, pihak penyelenggara saat ini juga masih dihadapkan pada persoalan pemenuhan kuota peserta didik, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD).
Menurut Aviani, SR jenjang SD di Tlogowungu ditargetkan mampu menampung sebanyak 56 peserta didik yang nantinya akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel). Namun, hingga saat ini jumlah pendaftar yang masuk belum memenuhi kapasitas maksimal.
"Kuota untuk jenjang SD belum terpenuhi. Sejauh ini baru tercatat ada 34 siswa dari total kuota 56 anak yang disediakan," pungkasnya. ( Sgh/Red )
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!