PATI, KawalJateng.com- Petambak garam di Kabupaten Pati mengeluh di saat panen raya. Pasalnya, harga garam dari tambak hanya senilai Rp700 per kilogram.
Seorang petambak garam di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa Pati, Bukhori mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi penurunan dibanding masa panen sebelumnya. Sebelumnya harga garam Rp1.000 per kilogram.
”Harga garam sekarang itu turun kemarin 15 hari Rp1.000. Dan sekarang sudah turun menjadi Rp700 per kilogram,” ujar Bukhori kepada awak media, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Penyebab turunnya harga garam tingkat petambak ini lantaran bertambahnya produksi garam selama kondisi cuaca yang mendukung. Sayang, belum ada koperasi yang digunakan untuk menyimpan garam ketika harga anjlok.
”Di samping juga memang produksi garam semakin bertambah. Kendalanya di sini itu saya kira di wilayah Pati belum ada koperasi yang menangani yang menyimpan supaya harga garam bisa stabil,” bebernya.
Bukhori mengatakan bahwa saat ini masih bisa berpotensi turun kembali di tingkat petambak ketika produksi garam melimpah.
”Bahkan kalau ini panas terus petani garam produksi semakin bertambah saya kira harga garam itu besar kemungkinan bisa turun lagi. Terendah empat tahun kemarin Rp375,” jelasnya.
Dengan harga segitu, petani merasa tidak tidak bisa menutup kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika lahan itu menyewa.
Imam, petambak garam lain merasa resah ketika rugi. Padahal petambak jadi sumber ekonomi utamanya.
”Kalau dipikir-pikir, untuk menutupnya tidak bisa apalagi untuk lahan sewa. Tetapi petani garam ini kelas menengah ke bawah, jadi untuk kebutuhan sehari-hari untuk makan untuk anak-anak sekolah saya kira masih minus,” ucapnya.
Imam juga sempat merasakan harga garam Rp2.500 per kilogram di tahun 2025. Harga itu, mengalami penurunan setelah adanya panen raya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!