PATI, KawalJateng.com – Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen penuh mengoptimalkan potensi sektor pariwisata daerah. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah destinasi wisata di kawasan Pati Selatan, tepatnya di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen, Sabtu (20/6/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan objek wisata lokal sebagai tujuan utama rekreasi dan kegiatan pembelajaran luar kelas (outing class) bagi para pelajar. Pemkab Pati membidik seluruh jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati untuk memanfaatkan destinasi domestik.
Sejumlah titik strategis yang dipantau secara langsung meliputi Bumi Perkemahan dan Kolam Renang Sumber Sentul, Wisata Alam Tadah Udan, Gua Wareh, serta objek wisata legendaris Gua Pancur.
Potensi Besar Wisata Edukatif Pati Selatan
Dalam kunjungannya, Plt Bupati Pati memberikan apresiasi terhadap tata kelola beberapa objek wisata yang dinilai sudah representatif. Salah satunya adalah Kolam Renang Sumber Sentul yang dinilai siap menerima kunjungan masif dari rombongan sekolah.
“Kolam Renang Sumber Sentul ini sudah sangat bagus. Pengelolaannya juga baik, sehingga bisa menjadi tujuan wisata adik-adik kita di SD dan SMP yang ada di Kabupaten Pati,” ujar Risma Ardhi Chandra di sela-sela peninjauannya.
Selain Sumber Sentul, kenyamanan alami juga ditemukan di Gua Wareh, Kecamatan Sukolilo. Dengan karakteristik alam yang asri, destinasi ini dinilai sangat mendukung suasana wisata keluarga sekaligus pemenuhan aspek wisata pendidikan (edukasi) bagi para siswa.
“Suasana di Gua Wareh juga bagus dan enak untuk wisata. Potensinya sangat baik untuk terus dikembangkan,” lanjut Chandra.
Akselerasi Perbaikan Infrastruktur Gua Pancur
Kendati beberapa destinasi menunjukkan performa pengelolaan yang prima, catatan kritis diberikan saat meninjau Gua Pancur di Kecamatan Kayen. Chandra menemukan sejumlah aspek fasilitas dan kebersihan yang memerlukan penanganan segera agar layak dan aman digunakan sebagai area outing class anak-anak sekolah.
Pemkab Pati bergerak cepat dengan merencanakan pengerahan alat berat demi melakukan normalisasi dan penataan kawasan.
“Gua Pancur ini perlu penanganan. Harus kita bersihkan terlebih dahulu. Setelah itu tinggal peningkatan sarana dan prasarana wisatanya. Insyaallah segera ada ekskavator untuk membantu penanganan di kawasan ini agar bisa lebih mendukung kegiatan wisata,” tegas Chandra.
Mendorong Perputaran Ekonomi Berbasis Lokal
Pembenahan infrastruktur pariwisata ini dipandang strategis oleh Pemkab Pati. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pelajar yang melakukan kegiatan belajar, kebijakan ini juga diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata secara simultan.
Chandra menjelaskan bahwa Pemkab Pati sebelumnya telah menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh satuan pendidikan dari tingkat PAUD hingga SMP agar mengutamakan destinasi lokal dalam agenda wisata sekolah.
“Tujuan pembenahan wisata ini supaya masyarakat Pati bisa menikmati wisata lokal di daerahnya sendiri. Dengan begitu, perekonomian juga bisa terus berputar di Kabupaten Pati,” terangnya.
Di akhir kunjungannya, ia menegaskan kembali bahwa kesiapan fasilitas menjadi kunci utama menyukseskan program ini. "Kami sudah menyarankan sekolah-sekolah agar berwisata di Kabupaten Pati. Maka dari itu, infrastruktur wisatanya kita benahi supaya adik-adik kita nyaman saat berwisata di Kabupaten Pati," pungkas Chandra. (kj/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!