3 November 2026
NAVIGASI KATEGORI

Enam Kasus Penelantaran Bayi Terjadi di Pati Selama Tahun 2026

Enam Kasus Penelantaran Bayi Terjadi di Pati Selama Tahun 2026
Foto: Kepala UPTD PPA Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Hartono saat diwawancarai KawalJateng.com. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Pati menyampaikan bahwa sudah ada 6 kasus penelantaran bayi di Kabupaten Pati hingga November 2026 ini. Kondisi itu menjadi ironi karena dibandingkan di tahun 2025 yang hanya 1 kasus saja.

“Lumayan banyak tahun ini di Pati kalau dibandingkan melihat tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2026 sangat banyak, tahun ini ada 6 bayi, tahun kemarin 1 bayi di Puri bulan Desember 2025 itu,” sebut Kepala UPTD PPA Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Hartono kepada KawalJateng.com, Selasa, 3 November 2026.

Berikut 6 Kasus Penelantaran Bayi di Kabupaten Pati pada tahun 2026

1. Penelantaran bayi laki-laki di dalam tas belanja

Lokasi: Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati

Waktu: 1 Juni 2026

2. Penelantaran bayi perempuan di sebuah bengkel

Lokasi: Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati

Waktu: 18 Agustus 2026

3. Penelantaran bayi di dalam bungkusan handuk

Lokasi: Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati

Waktu: 8 September 2026

4. Penelantaran bayi di teras warung

Lokasi: Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati

Waktu: 26 Oktober 2026

5. Penelantaran bayi di garasi rumah

Lokasi: Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati

Waktu: 2 November 2026

6. Pembuangan bayi di bendungan

Lokasi: Bendung Sani, Desa Sidokerto, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati

Waktu: 2 November 2026

Dalam menghadapi kasus penelantaran bayi, Dinsos P3AKB Kabupaten Pati memastikan tempat penampungan bayi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Kebutuhan bayi pun dipenuhi oleh Dinsos P3AKB Kabupaten Pati yang bekerjasama dengan yayasan perlindungan perempuan dan anak.

“UPTD PPA memastikan tempat sementara untuk penampungan bayi seperti RS, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lain termasuk kemarin koordinasi dengan Sentra Margo Laras (instansi milik Kementerian Sosial Republik Indonesia). UPTD PPA sudah MoU dengan yayasan peduli perempuan dan anak Astuti Foundation yang juga dengan senang hati membantu untuk memenuhi kebutuhan sementara bayi terlantar,” ujarnya.

Selanjutnya, Dinsos P3AKB Kabupaten Pati akan menyerahkan sang bayi ke panti asuhan. Jika nantinya, ada orang berhati mulia ingin mengadopsi, maka Dinsos P3AKB Kabupaten Pati akan membantu penyerahan anak secara legal kepada orang tua yang ingin adopsi anak tesebut.

“Biasanya Bidang Rehapsos akan menyerahkan ke Rumah Pelayanan Sosial (RPS) Bayi dan Balita Wiloso Tomo, Kota Salatiga. Sebenarnya Dinas Sosial bisa membantu penyerahan anak secara legal apabila orang tua benar-benar tidak mampu untuk merawatnya,” ungkapnya.

Sampai saat ini, bayi-bayi malang itu masih dirawat di RPS Bayi dan Balita Wiloso Tomo, Kota Salatiga termasuk yang ditemukan di Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil beberapa waktu lalu. Pasalnya, hingga kini belum ada orang tua yang mengadopsi.

“Untuk bayi yang ditemukan di Kecamatan Trangkil sampai sekarang belum ditemukan pemilik bayi. Dan posisi bayi kami titipkan di Panti Wiloso Tomo, Salatiga,” bebernya.

Sementara, bayi yang dibuang di Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati masih dalam penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Adipati Ario (RAA) Soewondo Pati. Lalu, bayi yang ditemukan di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo kini mendapat perawatan medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Tambakromo.

“Yang Tambakromo kemarin sempat di RSUD, akhirnya kembali ke puskesmas sementara waktu sambil nanti Dinsos kirim ke panti asuhan ya, Mas. Bayi di Bangsalrejo sekarang masih di RSUD Soewondo. Nanti kalau kondisi bayi sudah mengizinkan untuk dikirim ke panti akan segera Dinsos kirim ke panti juga, Mas,” papar Hartono.

Sedangkan, bayi yang meninggal dunia di Bendung Sani kini jasadnya diotopsi. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (Sgh/Red)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!