kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
30 Juni 2026
Logo Mobile
Kategori

Dua Dekade Menahan Banjir, Rumah Kuli Bangunan di Kudus Akhirnya Layak Huni Lewat Bantuan Pemprov

Dua Dekade Menahan Banjir, Rumah Kuli Bangunan di Kudus Akhirnya Layak Huni Lewat Bantuan Pemprov
Dua Dekade Menahan Banjir, Rumah Kuli Bangunan di Kudus Akhirnya Layak Huni Lewat Bantuan Pemprov

KUDUS, kawaljateng.com — Puluhan tahun hidup dalam kecemasan saat hujan turun kini tidak lagi dirasakan oleh Hadi Mulyono (54), warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Rumah yang dihuninya selama 25 tahun bersama keluarga, kini telah berubah menjadi hunian yang aman dan nyaman setelah mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, kondisi kediaman pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini cukup memprihatinkan. Lantaran posisinya lebih rendah dari bahu jalan, rumah tersebut menjadi langganan banjir setiap kali intensitas hujan tinggi. Tak hanya itu, dinding bangunan yang dulunya hanya menggunakan campuran pasir sungai juga telah rapuh dan rawan jebol.

"Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cukup. Penghasilan kuli bangunan Rp100 ribu per hari, istri dan anak kerja di pabrik, hanya cukup untuk kebutuhan harian. Kami sangat tertolong dengan adanya bantuan ini," ujar Hadi saat menerima kunjungan langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Senin (29/6/2026).

Hadi merupakan satu dari 254 warga Kabupaten Kudus yang menerima manfaat pemugaran RTLH dari anggaran Pemprov Jateng tahun anggaran 2025. Penyerahan dan peresmian bantuan secara simbolis dilakukan di Balai Desa Gondangmanis dengan dihadiri oleh seluruh penerima manfaat. Pemprov Jateng juga memastikan program ini berkelanjutan dengan kembali mengalokasikan bantuan serupa untuk 47 unit rumah di Kudus pada tahun 2026.

Selain Hadi, rasa syukur juga diungkapkan oleh Suhadi, penerima manfaat lainnya. Pria yang juga berprofesi sebagai pekerja proyek ini mengaku sangat terbantu mengingat keterbatasan ekonomi untuk melakukan renovasi mandiri.

Komitmen Reduksi Kemiskinan Lewat Pembiayaan Multi-Sektor

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa pembenahan sektor perumahan merupakan instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Berdasarkan data berkala, sepanjang tahun 2025 sebanyak 274.514 unit rumah di Jawa Tengah berhasil diperbaiki melalui sinergi berbagai sumber pembiayaan, mulai dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/Kota, CSR perusahaan, hingga swadaya masyarakat.

"Dari total tersebut, perbaikan RTLH yang bersumber langsung dari APBD Provinsi Jawa Tengah menyasar 17.000 unit pada 2025, dan kita lanjutkan kembali dengan target 5.000 unit di tahun 2026 ini," terang Luthfi.

Pihak Pemprov Jateng juga mencatat adanya peningkatan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dari 7.532 unit pada 2025 menjadi 30.037 unit pada 2026. Sementara itu, sektor kemitraan non-pemerintah ikut diperkuat. Pada tahun 2026, Baznas ditargetkan menyokong perbaikan 750 unit, PT Djarum sebanyak 500 unit, dan Bank Jateng sebanyak 300 unit.

Selain bantuan stimulan fisik, akselerasi kepemilikan rumah juga didorong melalui sektor formal. Hingga 23 Juni 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Jateng menembus angka Rp4,46 triliun, menjadikannya yang tertinggi di Indonesia. Begitu pula dengan realisasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 yang mencapai 24.470 unit rumah senilai Rp2,91 triliun.

"Program perbaikan RTLH ini adalah stimulus intervensi. Ke depan, penanganan kemiskinan tidak berdiri sendiri, melainkan kita integrasikan dengan bantuan permodalan usaha, akses pendidikan, hingga pemenuhan gizi dan kesehatan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan," pungkasnya. (Red)

Kontak Media / Narahubung:

Redaksi KawalJateng.com * Email: redaksi@kawaljateng.com

Website: www.kawaljateng.com

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!