PATI, KAWALJATENG.COM – Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati, dr. Rini Susilowati, MKes, MM, mendadak dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.
Pantauan di lapangan menunjukkan dr. Rini sempat ikut mengantre bersama tamu lainnya sebelum akhirnya menyerahkan langsung surat pengunduran diri tersebut kepada Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Kamis (18/6/2026). Sebelum menghadap Plt Bupati, ia juga dikabarkan telah berpamitan kepada sejumlah pejabat internal di lingkungan RSUD Soewondo.
Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih menutup rapat suara terkait motif utama di balik mundurnya sang direktur. "Kami belum tahu kejadian yang sebenarnya," ujar salah satu sumber wartawan di lingkungan Pemkab.
Meski pihak resmi enggan berkomentar, berbagai spekulasi di kalangan publik dan awak media mulai mencuat tajam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga faktor kuat yang diduga menjadi pemicu mundurnya pejabat yang sempat dijuluki sebagai salah satu "pejabat terkuat di Pati" ini:
1. Faktor Kesehatan
Sumber internal menyebutkan bahwa dr. Rini belakangan ini sudah sering tidak masuk kantor untuk menunaikan tugasnya sebagai Direktur RSUD Soewondo lantaran kondisi kesehatan yang memburuk (sakit).
2. Kelelahan Fisik Akibat 'Nglajo' Ratusan Kilometer
Selain faktor kesehatan, kendala logistik tempat tinggal diduga menjadi beban berat yang memicu keputusan ini. Diketahui, masa kontrak rumah hunian dr. Rini di Perumahan Kutoharjo, Pati, telah habis sejak awal Maret lalu.
Akibatnya, ia terpaksa harus nglajo (pulang-pergi) setiap hari dari rumah asalnya di Kota Ambarawa, Kabupaten Semarang. Jarak tempuh fantastis sejauh 123 kilometer atau sekitar 2,5 jam perjalanan sekali jalan disinyalir menguras stamina sang dokter di tengah padatnya manajemen rumah sakit.
3. Dampak Kasus Hukum Bupati Nonaktif (Sudewo)
Spekulasi lain yang tidak kalah santer adalah mengenai dinamika politik lokal. Sebagai informasi, dr. Rini Susilowati merupakan profesional asal Ambarawa yang ditunjuk langsung oleh Bupati Sudewo pada Maret 2025 dengan misi melakukan perbaikan total pada manajemen rumah sakit.
Namun, penahanan Bupati (nonaktif) Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu gonjang-ganjing politik baru. Beberapa pihak membaca bahwa mundurnya dr. Rini merupakan sinyal buntunya jalur komunikasi birokrasi pasca-penahanan sang bupati.
Hingga berita ini diturunkan, kedudukan Direktur RSUD Soewondo Pati masih kosong dan menunggu keputusan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang baru dari pihak Pemkab Pati untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan normal. (KJ)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!