PATI, KawalJateng.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra meminta supaya masyarakat saling rukun sehingga Kabupaten Pati kembali kondusif. Ia merencanakan gelar doa lintas agama demi merefleksikan situasi sosial di Bumi Pesantenan.
"Kami akan mengadakan upacara lintas agama, lintas masyarakat, lintas media. Semua unsur masyarakat Kabupaten Pati untuk tetap menjaga kondusifitas Kabupaten Pati," katanya saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu.
Ia akan mengajak unsur apapun dalam acara ini sehingga tidak ada perpecahan. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Pati menolak adanya perbedaan kubu di antara masyarakat.
"Ini adalah yang penting, yang pertama tidak ada kubu-kubuan lagi, tidak ada perpecahan lagi. Tentunya kita sama-sama pengen Pati ini kondusif aman dan nyaman," tegas Plt Bupati Pati.
Di lain sisi, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berkomitmen melawan pejabat korup. AMPB menilai kegaduhan muncul akibat pejabat pemerintah daerah (pemda) yang membentengi kepentingannya dengan menyewa preman perusuh.
Aktivis AMPB, Teguh Istiyanto menyatakan perang yang dikibarkan bukan untuk para sesama masyarakat, melainkan pemangku kebijakan yang semena-mena terhadap masyarakat. Maka dari itu, ia meluruskan bahwa musuh AMPB bukan sesama masyarakat.
"AMPB konsen pada pejabat lho, kami konsen kritisi pejabat korupsi, dzalim. Kami tidak memperdulikan mereka (ormas dan LSM) ada anggota yang jadi pendukung. Masalah kami sama pejabatnya," ujarnya kepada awak media belum lama ini.
Ketika ada pejabat yang membela mati-matian pejabat dzalim, Teguh menganggap mereka sama halnya Londo Ireng. Menurutnya organisasi masyarakat (ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pendukung pejabat dzalim harus diberantas.
"Kesalahan mereka direkrut oleh pejabat yang mau dibenturkan, itu namanya kolonialisme, kita menolak itu.Kalau ada itu polusi, harus membubarkan ormas itu, mungkin mereka nasabnya Londo Ireng," pungkas Teguh. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!