kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
15 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Bank Mandiri Pati Didemo AMPB dan Masyarakat, Imbas Pemblokiran Rekening Aktivis

Bank Mandiri Pati Didemo AMPB dan Masyarakat, Imbas Pemblokiran Rekening Aktivis
Foto: Suasana di depan Kantor Bank Mandiri Cabang Pati. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Polemik rekening aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok kembali bergulir. Massa AMPB mendatangi Kantor Bank Mandiri Cabang Pati, Selasa, 15 September 2026, untuk menuntut penjelasan mengenai dasar dan mekanisme penundaan transaksi rekening yang sebelumnya sempat menuai sorotan publik.

Aksi kali ini berlangsung lebih keras. Massa melemparkan telur busuk ke arah gedung operasional bank sebagai bentuk kekecewaan karena menilai penjelasan mengenai persoalan rekening belum memberikan jawaban yang mereka inginkan.

Botok mempertanyakan dasar regulasi yang digunakan dalam tindakan terhadap rekeningnya.

"Kami minta regulasinya, tahap-tahapannya seperti apa kok bisa diblokir," ungkapnya dalam aksi unjuk rasa.

Persoalan tersebut bermula ketika rekening Botok yang digunakan untuk menampung dana pribadi dan donasi kegiatan AMPB sempat mengalami penundaan transaksi. Saat itu, saldo yang disebut berada di rekening tersebut mencapai sekitar Rp80,9 juta.

"Ini bukan sekedar pemblokiran, ini adalah bentuk pembungkaman kepada suara rakyat, ini adalah bentuk perlawanan terhadap perjuangan kami untuk bangsa ini. Kita memberi surat pemberitahuan kepada Polresta 5 hari dan itu bisa berlanjut sampai kapanpun," terangnya.

Ia menegaskan unjuk rasa kali ini menutup tawaran diskusi. Unjuk rasa hari ini menegaskan kemarahan AMPB.

"Tadi disampaikan hari ini cuma menyampaikan kemarahan dan tidak mau berdiskusi. Hari ini kita tidak mau diskusi, Karena apa yang dilakukan Bank Mandiri sangat melukai teman-teman dan rakyat Indonesia," urainya.

Menurutnya masyarakat Kabupaten Pati marah dengan Bank Mandiri. Bank Mandiri disebut memantik kurangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

"Ya terkait kejadian kemarin itu menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada perbankan. Rekening itu kan privasi, tanpa klarifikasi terhadap saya, tanpa klarifikasi terhadap nasabah, bank bisa semenang-menang melakukan pemblokiran ini," katanya.

Botok menantang agar bank berani blokir pelaku judi online (judol) dan koruptor, bukan malah masyarakat yang hendak menyampaikan pesan demokrasi. Upaya yang diperbuat Bank Mandiri sebagai bentuk cara intimidasi. 

"Judi online sangat merusak kehidupan di masyarakat kenapa tidak diblokir, rekening koruptor triliunan kenapa tidak diblokir? Kami ini berjuang untuk bangsa ini, rekening itu hasil dari donasi dari rakyat Indonesia, tapi Bank Mandri dengan sewenang-wenang melakukan pemblokiran. Tujuannya jelas menghambat pergerakan kami, dan bagi kami itu adalah salah satu bentuk intimidasi," pungkasnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!