PATI, KawalJateng.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin meminta Makan Bergizi Gratis (MBG) diperketat pengawasannya agar tidak ada lagi korban yang sakit setelah menyantap menu. Hal ini ia sampaikan selepas rapat paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Pati kepada awak media, Senin, 14 September 2025.
"Untuk MBG berhati-hati jangan sampai ada keracunan lagi, harus mitigasi jangan sampai ada keracunan lagi. Harus lebih ketat pengawasannya," tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra akan mengevaluasi 172 SPPG di Kabupaten Pati. Seluruh kepala dan pengawas SPPG akan dikumpulkan secepatnya di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati.
"Evaluasi SPPG kamu rencana hari ini, mungkin besok akan kami undang semua SPPG dan semua pengawas, dinas terkait. Sebenarnya kami sudah melakukan pengawasan setiap kecamatan, cuma detail tentang aturan Kepala BGN baru ini Sudaryono, mungkin baru kita rapatkan besok sehingga minggu ini kami sudah ke SPPG," tuturnya.
Diketahui, pengawasan MBG akan diperketat, mulai dari memasak, mendinginkan, pengemasan, dan pemorsian. Jika ada SPPG yang prosesnya tak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), maka langkah suspend dilakukan.
"Masak, pendinginan, packaging. Pendinginan sampai packing biasanya sempit tempatnya, nggak sampai dingin langsung titip. Itu yg menjadikan virus, apalagi langsung dengan stainless steel," ujar Chandra.
Pihaknya masih menunggu hasil cek laboratorium sampel menu MBG. Pemkab Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati masih melakukan uji laboratorium.
"Kami masih nunggu hasil lab dari Dinkes," pungkasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!