kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
25 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Bahaya! Sebulan Diselimuti Debu Tebal, Warga Desa di Pati Ini Ngaku Terpaksa Minum Obat Tiap Hari

Bahaya! Sebulan Diselimuti Debu Tebal, Warga Desa di Pati Ini Ngaku Terpaksa Minum Obat Tiap Hari
Pantauan di lokasi menunjukkan debu menutupi permukaan jalan, tanaman, atap rumah, hingga masuk ke dalam kediaman warga. Di rumah Nita, warga RT 5 RW 1 Desa Pesagi, debu menempel pada lantai, perabotan, hingga peralatan dapur.

PATI, kawaljateng.com – Lapisan debu putih menyelimuti rumah-rumah warga di sekitar jembatan penghubung Desa Pesagi dan Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Debu tersebut berasal dari jalan di sisi jembatan yang masih berupa urukan material padas sehingga beterbangan saat kendaraan melintas.

Pantauan di lokasi menunjukkan debu menutupi permukaan jalan, tanaman, atap rumah, hingga masuk ke dalam kediaman warga. Di rumah Nita, warga RT 5 RW 1 Desa Pesagi, debu menempel pada lantai, perabotan, hingga peralatan dapur.

Nita mengaku kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan dan berdampak buruk pada kesehatan keluarganya.

"Sudah sebulan lebih. Efeknya terutama pada kesehatan, debunya masuk ke dalam rumah bahkan sampai ke dalam kamar. Satu rumah sakit semua. Ibu saya kena asma, saya sakit sampai seminggu, dan anak saya sakit sampai lima hari. Efek debu dari jembatan dan jalan ini sangat mengganggu," ujar Nita kepada awak media, Sabtu (25/7/2026).

Ia menyebutkan telah menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah desa (pemdes) maupun pengurus RT setempat. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata.

"Sudah melapor ke kepala desa, katanya nanti-nanti terus. Sudah lapor ke pihak RT juga, tetapi belum ada peninjauan maupun penanganan," tuturnya.

Nita berharap akses jalan tersebut segera diaspal agar tidak lagi mengganggu kesehatan dan aktivitas harian warga.

"Harapan saya jalan ini diaspal supaya tidak berdebu. Lihat saja, sampai di dalam rumah dan dapur semuanya kotor. Sudah saya bersihkan, bahkan saya siram, tetap kotor lagi. Kalau ada mobil atau truk lewat, debunya langsung beterbangan," ungkapnya.

Selain mengotori perabotan, debu juga mencemari makanan dan minuman di rumahnya. Nita mengaku sampai mengalami alergi akibat paparan debu yang terus-menerus.

"Makanan dan minuman terkena debu, saya sampai terkena alergi. Masa setiap hari harus konsumsi obat-obatan?" keluhnya.

Ia menjelaskan, jembatan penghubung Desa Pesagi dan Desa Rogomulyo sebenarnya telah selesai dibangun. Namun, jalan di sisi jembatan masih berupa urukan material padas yang menimbulkan debu tebal saat musim kemarau.

Kondisi tersebut dinilai tak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga membahayakan para pengguna jalan.

"Harapan saya cepat ditangani karena merugikan orang banyak. Pengguna jalan juga dirugikan, banyak yang jatuh karena jalannya licin. Saya ingin rumah kembali seperti dulu yang tidak berdebu. Sekarang dari genteng sampai ke dalam rumah berdebu. Nasi dan air terkena debu, bahkan tanaman mati," paparnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat yang dihubungi enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait keluhan warga. Ia meminta awak media menunjukkan surat tugas resmi sebelum dimintai konfirmasi.

"Besok mau dirapatkan lagi. Kalau hal seperti ini, ke rumah akan saya layani. Saya bukan mau melindungi diri sendiri, SOP-nya memang seperti itu," ujar Ketua RT yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, persyaratan tersebut bukan untuk melindungi pihak mana pun, melainkan agar informasi yang disampaikan dapat lebih mendetail demi kebaikan bersama. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!