PUPR meninjau kembali rencana pembangunan Pasar Rembang. Jika proses pemeriksaan tuntas, lelang ditargetkan akhir 2026 dan pembangunan dimulai awal 2027.
REMBANG, KAWAL JATENG — Rencana revitalisasi Pasar Rembang kembali memasuki tahap penyesuaian. Rencana bangunan yang sebelumnya telah disiapkan harus diperiksa ulang setelah adanya aturan baru dari pemerintah pusat.
Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proses pengecekan dokumen telah berlangsung sejak Rabu (5/8/2026).
Kabid Pasar dan PKL Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang, Heri Martono, mengatakan secara teknis rencana pembangunan sebelumnya sudah dibahas, termasuk desain bangunan, struktur, serta sistem mekanikal, elektrikal dan plumbing.
Namun, adanya ketentuan terbaru membuat sejumlah bagian harus disesuaikan dan diperiksa kembali.
“Pembahasan DED, struktur bangunan, MEP itu kan kita sudah clear. Kemudian kita review kembali dengan aturan yang terbaru,” kata Heri melalui WhatsApp, Jumat (7/8/2026).
Dicek Langsung Kementerian PUPR
Heri menjelaskan, hasil perbaikan dari pemeriksaan tersebut kemudian dipaparkan kembali kepada tim penguji dari Kementerian PUPR.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rencana pembangunan Pasar Rembang telah sesuai dengan standar dan ketentuan pemerintah pusat.
“Dari hasil review itu kita langsung di-desk oleh Kementerian PUPR mulai dari hari Rabu kemarin dan hari ini hasil review kita paparkan kembali ke pengujinya,” ujarnya.
Menurut Heri, apabila hasil pemeriksaan sudah tidak menyisakan banyak catatan, pemerintah pusat dapat segera mendorong proyek tersebut masuk ke tahap lelang dini.
“Jika perbaikan dari hasil review itu sudah tidak ada minor atau minim minornya maka akan disodorkan lelang dini oleh Pusat,” jelasnya.
Ditarget Lelang Akhir 2026
Meski harus melalui pemeriksaan ulang, Dindagkop UKM Rembang tetap optimistis proyek revitalisasi Pasar Rembang tidak akan tertunda terlalu lama.
Pemerintah daerah menargetkan proses lelang dapat dilakukan pada akhir tahun ini. Dengan demikian, pekerjaan fisik diharapkan sudah dapat dimulai pada awal 2027.
Heri mengatakan, pembangunan pasar memang membutuhkan perencanaan yang lebih teliti karena akan digunakan oleh masyarakat dalam jumlah besar.
“Kami mengikuti standar pusat. Karena struktur bangunan pasar ini memang rumit karena untuk orang banyak. Tidak seperti struktur bangunan yang lain,” imbuhnya.
Ia pun optimistis tahapan lelang dapat dikejar tahun ini.
“Saya optimis mas tahun ini bisa lelang dini. Pengerjaan awal tahun,” pungkas Heri.
Dengan target tersebut, revitalisasi Pasar Rembang kini menunggu hasil akhir pemeriksaan Kementerian PUPR sebelum melangkah ke tahapan lelang. Jika seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan, proyek diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan. ( Kj/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!