REMBANG, kawaljateng.com – Video yang memperlihatkan kondisi rumah, kendaraan, dan pepohonan diselimuti debu tebal di Kabupaten Rembang viral di media sosial. Fenomena yang disindir warga sebagai "salju" itu tidak hanya mengundang gelak tawa, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Video tersebut diunggah oleh seorang pemuda bernama Didin saat berada di Desa Mrayun, Kecamatan Sale. Dalam rekamannya, ia memperlihatkan dedaunan, rumah, dan kendaraan yang tampak memutih akibat tertutup lapisan debu.
Dengan nada bercanda, Didin menyebut wilayah tersebut seolah sedang bersuhu "minus 6 derajat" dan mengajak masyarakat berlibur ke Desa Mrayun layaknya kawasan bersalju. Candaan itu dipahami warganet sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi jalan yang dipenuhi debu.
Unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak netizen mengaku mengalami kondisi serupa di wilayah lain dan berharap persoalan debu segera mendapat perhatian dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena debu tebal tidak hanya terjadi di Desa Mrayun. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Rembang, di antaranya Jalan Krikilan menuju Kecamatan Sumber, kawasan sekitar SD Kedungtulup, ruas Krikilan menuju Ronggomulyo, hingga jalur Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, menuju Desa Kuniran.
Di sejumlah lokasi tersebut, dedaunan di sepanjang jalan tampak tertutup lapisan debu, begitu pula rumah warga, pagar, serta kendaraan yang melintas setiap hari.
Kondisi ini diduga dipicu oleh kombinasi kerusakan jalan dan tingginya intensitas lalu lintas kendaraan. Saat musim kemarau, permukaan jalan yang kering membuat debu mudah beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
Di balik viralnya fenomena "salju" tersebut, warga mulai menyoroti ancaman yang lebih serius, yakni dampaknya terhadap kesehatan. Paparan debu dalam konsentrasi tinggi secara terus-menerus dapat memicu gangguan saluran pernapasan, seperti batuk, iritasi tenggorokan, hingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Selain itu, kepulan debu juga mengganggu jarak pandang pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat berharap viralnya video "Salju Rembang" tidak berhenti menjadi perbincangan di media sosial semata. Warga meminta adanya langkah nyata dari pihak berwenang, seperti penyiraman jalan pada musim kemarau serta percepatan perbaikan ruas jalan yang menjadi sumber debu, demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat. (Eko/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!