kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
5 Agustus 2026
Logo Mobile
Kategori

Usai Santap Telur Balado Menu MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diduga Keracunan Massal

Usai Santap Telur Balado Menu MBG, Ratusan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diduga Keracunan Massal
Tampak Depan SMP Negeri 5 Rembang. Dok. Istimewa/KJ

REMBANG, kawaljateng.com – Ratusan siswa dan guru SMP Negeri 5 Rembang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang salah satunya berisi telur balado. Puluhan penerima manfaat dilaporkan mengalami sakit perut dan diare sehari setelah makanan dibagikan.

Menu MBG yang didistribusikan pada Selasa (4/8/2026) terdiri atas telur balado, oseng tempe, lalapan, buah semangka, dan susu. Namun, pada Rabu (5/8/2026), banyak siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan hingga tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penerima manfaat MBG di SMPN 5 Rembang mencapai 764 orang, terdiri atas siswa dan guru.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 143 orang dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan tersebut. Rinciannya, 94 siswa tidak masuk sekolah karena sakit, sementara 42 siswa yang sempat hadir terpaksa izin pulang lebih awal setelah mengalami sakit perut, diare, dan kondisi tubuh yang melemah saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kasus ini juga berdampak pada tenaga pendidik. Sebanyak 7 guru dilaporkan mengalami keluhan serupa. Dua guru tidak dapat masuk sejak pagi hari, sedangkan lima guru lainnya terpaksa menghentikan aktivitas mengajar dan pulang lebih awal karena kondisi kesehatannya menurun.

Kepala SMP Negeri 5 Rembang, Menik Mustikatun, membenarkan banyaknya siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, ia menegaskan penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).

"Mohon maaf, menunggu hasil cek DKK dari SPPG. Fakta jumlah betul, tetapi penyebab masih menunggu hasil cek dari DKK," ujar Menik saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/8/2026).

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten bersama pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dijadwalkan melakukan penelusuran, termasuk pemeriksaan terhadap sampel makanan dan penanganan terhadap para siswa serta guru yang mengalami gejala.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rembang, Aprilia Qoulan Syakila, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut.

Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa dan guru masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Karena itu, dugaan keracunan akibat menu MBG belum dapat dipastikan secara resmi. (Ez/Red)

Komentar

Aeiez
5 Agustus 2026

Tolong kejadian seperti ini jangan terulang kembali dan evaluasi bersama , menyangkut banyak masa depan generasi penerus bangsa