PATI, KAWALJATENG.COM — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati, Hari Wibowo, menegaskan komitmen institusinya dalam mengedepankan aspek pencegahan korupsi dibandingkan penindakan hukum secara langsung. Dirinya pun menyatakan tidak keberatan apabila terdapat elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan aksi demonstrasi terkait kinerja Kejari Pati.
Kendati demikian, Hari menekankan bahwa setiap masukan maupun kritik yang dilayangkan oleh masyarakat luas seyogianya disampaikan secara bijak serta didasari oleh bukti-bukti hukum yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara komparatif.
"Seperti saya sampaikan, komitmen saya mengutamakan pencegahan bukan penindakan. Demo silakan, saya tidak ada masalah, asalkan mereka bisa mempertanggungjawabkan. Jangan menuduh bahwa kami begini-begitu tanpa bukti," tegas Hari Wibowo saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (14/7/2026).
Sesalkan Etika Oknum Media
Di samping menanggapi rencana aksi massa, Kajari Pati juga menyayangkan adanya tindakan dari sejumlah oknum media yang dinilai melanggar etika jurnalistik saat mendatangi Kantor Kejari Pati. Menurutnya, tindakan intimidatif dalam mencari informasi sangat mencederai profesionalisme pers.
"Seperti kemarin, ada oknum media yang datang ke saya, langsung menunjuk-nunjuk muka saya dan menggebrak-gebrak meja. Apakah tindakan seperti itu mencerminkan sebuah media?" beber Hari dengan nada kecewa.
Luruskan Isu Pemanggilan Dinas
Lebih lanjut, Hari mengungkapkan adanya oknum yang berniat melaporkan dirinya langsung ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Laporan tersebut didasari atas tudingan bahwa pihak Kejari Pati sengaja melindungi jaksa yang diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Hari membantah keras tuduhan sepihak tanpa bukti otentik tersebut. Ia meluruskan bahwa seluruh prosedur pemanggilan kedinasan yang dilakukan oleh kejaksaan senantiasa dijalankan secara formal dan penuh koordinasi yang baik.
"Mereka langsung menghakimi dan mengancam akan melaporkan saya ke Jaksa Agung jika saya melindungi jaksa yang terlibat (dugaan pemerasan). Padahal terus terang saja, kalau berkaitan dengan pemanggilan kepala dinas, saya pasti melakukan konfirmasi dan WA (WhatsApp) terlebih dahulu kepada yang bersangkutan," urai Hari di sela-sela menghadiri agenda sosialisasi anti-korupsi bagi jajaran ASN Pemkab Pati.
Guna memperkuat integritas birokrasi, Kajari Pati menyatakan komitmennya untuk terus menjalin sinergi erat dengan Pemkab Pati. Langkah nyata tersebut diimplementasikan melalui pelaksanaan sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi secara berkala di seluruh kantor perangkat daerah di Kabupaten Pati. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!