REMBANG, kawaljateng.com — Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang memberikan teguran keras kepada pihak pengelola SDN Tasiksono Lasem dalam inspeksi mendadak (sidak) proyek rehabilitasi ruang kelas (Revit) pada Senin (31/8). Teguran tersebut dilayangkan akibat ditemukannya kelalaian pengawasan internal sekolah yang membiarkan material bangunan rusak dan keropos tetap dipasang oleh pekerja.
Temuan tersebut didapati saat rombongan Komisi IV DPRD Rembang meninjau langsung pengerjaan fisik di SDN Tasiksono, Kecamatan Lasem. Di lokasi, legislator menemukan kayu kusen jendela dalam kondisi lapuk dan keropos, namun nekat dipertahankan serta dipasang pada bangunan kelas.
Anggota Komisi IV DPRD Rembang, Puji Santosa, menyayangkan minimnya ketelitian dari pihak sekolah dan tim swakelola harian dalam mengawasi jalannya pengerjaan fisik di lapangan.
"Kita sidak di SDN Tasiksono yang pertama tadi, kita melihat kondisi jendela keropos, rusak kayunya, tapi tetap dipertahankan dipasang. Kita sangat menyayangkan kelalaian pengawasan ini dan meminta pihak sekolah segera membongkar serta menggantinya dengan kayu baru," tegas Puji di lokasi sidak.
Puji mengingatkan bahwa proyek rehabilitasi ini bersifat swakelola, sehingga tanggung jawab pengawasan harian berada penuh di tangan kepala sekolah bersama komite sekolah. Kelalaian dalam menyaring kualitas material yang masuk dinilai dapat merugikan pihak sekolah serta membahayakan keselamatan siswa di kemudian hari.
Meski memberikan catatan merah pada pengawasan material kayu di SDN Tasiksono Lasem, DPRD tetap mengapresiasi kualitas campuran pasir dan semen di lokasi tersebut yang dinilai sudah memenuhi standar mutu.
Selain menegur keteledoran pengawasan di SDN Tasiksono Lasem, Komisi IV DPRD Rembang juga mengendus kejanggalan lain terkait indikasi monopoli konsultan. Pasalnya, konsultan perencana dan pengawas di SDN Tasiksono Lasem ternyata sama dengan yang ada di sekolah lain seperti SDN Sendangasri.
Atas temuan ini, DPRD Rembang akan segera memanggil Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang untuk mengecek sebaran dan penunjukan konsultan proyek tersebut di seluruh wilayah Rembang. (Red/KJ)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!