kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
13 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Tali Selambar Putus, ABK Asal Rembang Meninggal Dunia di Perairan Kalsel

Tali Selambar Putus, ABK Asal Rembang Meninggal Dunia di Perairan Kalsel
Jenazah ABK asal Kecamatan Sumber, Rembang, setibanya di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tasikagung, Rembang, Senin (13/7/2026) siang, usai dipulangkan dari Kalimantan Selatan. (Foto: Dok. Polres Rembang)

REMBANG, KawalJateng.com – Seorang anak buah kapal (ABK) asal Kabupaten Rembang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat mencari ikan di perairan Kalimantan Selatan. Korban mengembuskan napas terakhir setelah terkena hantaman tali selambar (kili) yang putus secara tiba-tiba ketika proses penarikan jaring sedang berlangsung.

Kasatpolairud Polres Rembang, AKP Mundi, membenarkan adanya insiden maut tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban berinisial ASA alias Ahmad (20), yang merupakan warga Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

"Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja karena terkena tali selambar putus saat mencari ikan di perairan Kalimantan Selatan," konfirmasi AKP Mundi saat dihubungi oleh awak media pada Senin (13/7/2026) petang.

Berdasarkan data pihak kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Lokasi kejadian berada di perairan laut Kalimantan Selatan, tepatnya pada titik koordinat 04°16.000 S - 115°25.500 E.

Kepada redaksi, AKP Mundi menjelaskan kronologi peristiwa bermula ketika kapal KM Arif Wijaya Mulya GT 69 berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tasikagung, Rembang, pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal yang dinakhodai oleh Moh. Teguh Santoso tersebut membawa 16 orang ABK untuk melaut menuju perairan Kalimantan.

Pada Jumat (10/7/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 WITA, seluruh kru kapal mulai menjalankan aktivitas seperti biasa di perairan Barat Pulau Marabatuan, atau sekitar 30 mil laut dari Pulau Sembilan. Beberapa jam berselang, korban bersama 15 rekannya melakukan penarikan Jaring Tarik Berkantong (JTB). Namun nahas, saat proses penarikan berlangsung, tali selambar di sisi kanan belakang buritan kapal mendadak putus.

"Tali selambar yang putus langsung menghantam kepala bagian kanan korban. Korban saat itu berada di samping kili sehingga benturan mengenai kepala bagian atas dan korban langsung tidak sadarkan diri," jelas AKP Mundi mendetail.

Melihat kondisi korban, nakhoda kapal segera mengalihkan haluan menuju dermaga terdekat guna memberikan pertolongan pertama. Sekitar pukul 16.00 WITA, korban berhasil dievakuasi ke Puskesmas Pulau Marabatuan, Kecamatan Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Kendati telah mendapatkan penanganan medis secara intensif, Ahmad dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.30 WITA. Jenazahnya kemudian langsung dipulangkan ke kampung halaman menggunakan kapal KM Arif Wijaya Mulya GT 69 pada malam itu juga.

Setelah menempuh perjalanan laut, kapal yang membawa jenazah korban bersandar di PPN Tasikagung, Rembang, pada Senin (13/7/2026) siang. Tim medis dan kepolisian langsung mengevakuasi korban ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk dilakukan prosedur visum luar.

"Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya luka robek yang cukup serius pada kepala bagian atas sepanjang kurang lebih 20 sentimeter dengan sekitar 14 jahitan. Selain itu, ditemukan luka lebam pada mata kanan akibat benturan keras dari kili tali selambar yang putus tersebut," pungkas AKP Mundi. (Fd/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!