KAWALJATENG.COM, PATI – Puluhan warga dari Dukuh Tompegunung, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menggeruduk kantor bupati setempat. Kedatangan mereka bertujuan untuk menagih janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait perbaikan infrastruktur jalan yang terkesan dibiarkan rusak parah selama puluhan tahun.
Jalan yang menghubungkan rute Tompegunung – Duren Sawit – Kayen tersebut merupakan jalur vital. Kerusakan parah di sepanjang jalur ini dinilai telah melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat di wilayah Pati Selatan.
Perwakilan warga Tompegunung, Nardi, mengungkapkan bahwa kesabaran warga sudah habis. Pasalnya, akses jalan yang rusak tersebut merupakan urat nadi utama bagi aktivitas sehari-hari warga, mulai dari sektor ekonomi hingga kesehatan.
"Kami minta jalan segera dibangun karena ini akses utama ekonomi, akses anak-anak sekolah, dan akses darurat menuju rumah sakit. Jalan ini sudah rusak puluhan tahun," ujar Nardi dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi, Rabu.
Membawa rombongan sekitar 60 orang, perwakilan warga akhirnya ditemui langsung oleh Plt Bupati Pati, Candra. Dalam audiensi yang berlangsung cukup alot tersebut, warga menyampaikan tuntutan agar jalan segera diperbaiki total, bukan sekadar tambal sulam.
Dianggarkan Rp3 Miliar di APBD Perubahan
Dari hasil audiensi tersebut, warga mendapatkan sejumlah angin segar, meski realisasinya masih harus menunggu beberapa bulan ke depan. Nardi membeberkan bahwa Pemkab Pati berjanji akan memasukkan proyek perbaikan jalan ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
"Tadi hasil audiensi, rencananya jalan akan dibangun sekitar bulan September atau Oktober lewat anggaran perubahan. Nilai anggarannya sekitar Rp3 Miliar," jelas Nardi.
Ia menambahkan, proyek ini memang belum masuk dalam plot anggaran murni tahun berjalan, sehingga mekanisme APBD Perubahan menjadi satu-satunya jalan keluar terdekat agar perbaikan bisa dieksekusi tahun ini.
Sebagai langkah awal, Plt Bupati Pati juga berjanji akan meninjau langsung kondisi lapangan dalam waktu dekat. "Katanya hari Sabtu ini Pak Plt Bupati mau datang langsung untuk survei ke sana," imbuhnya.
Warga Minta Rabat Beton Agar Awet
Mengingat kondisi geografis Sukolilo yang menantang dan beban kendaraan yang melintas, warga secara tegas meminta agar Pemkab Pati tidak setengah-setengah dalam membangun. Mereka mendesak agar jalan penghubung antar-desa tersebut dibangun menggunakan sistem cor atau rabat beton.
Masyarakat Tompegunung kini memegang erat janji yang dilontarkan pihak eksekutif. Mereka menegaskan akan terus mengawal komitmen Pemkab Pati hingga alat berat benar-benar turun ke desa mereka pada akhir tahun nanti.
"Harapan kami tentu minta segera dibangun, jangan ditunda lagi. Supaya anak-anak sekolah dan orang yang mau ke pasar bisa menikmati jalan yang layak," pungkas Nardi. (KJ)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!