kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
8 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Soal Pembatalan Logo Hari Jadi Rembang, Catur Argi Sebut Urusan Kontrak Selesai Usai Pertemuan Lintas Instansi

Soal Pembatalan Logo Hari Jadi Rembang, Catur Argi Sebut Urusan Kontrak Selesai Usai Pertemuan Lintas Instansi
Soal Pembatalan Logo Hari Jadi Rembang, Catur Argi Sebut Urusan Kontrak Selesai Usai Pertemuan Lintas Instansi

REMBANG, kawaljateng.com – Teka-teki di balik pembatalan Logo Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 yang sempat memicu polemik di ruang publik mulai menemui titik terang. Desainer orisinal logo versi kolaborasi, Catur Argi, mengonfirmasi bahwa urusan pemenuhan hak kontrak verbal dengan pihak pemerintah daerah telah dinyatakan selesai.

​Kepastian tersebut didapatkan setelah adanya pertemuan bersama yang melibatkan berbagai pihak terkait guna membahas polemik perubahan identitas visual menjelang puncak perayaan pada 27 Juli mendatang.

​"Kemarin ada beberapa pihak, dari Dinbudpar ada, Kominfo ada, Harmonis center ada, dan beberapa orang dari kami Rembang Creators," ungkap Catur Argi saat membeberkan pihak-pihak yang menghadiri pertemuan tersebut melalui wawancara tertulis, Rabu (8/7/2026).

​Meskipun kesepakatan awal proyek kolaborasi ini hanya didasari oleh komitmen lisan akibat tenggat waktu pengerjaan yang sangat mendesak, Catur menegaskan bahwa kewajiban administrasi terkait hasil kerjanya kini sudah dituntaskan oleh pihak dinas terkait.

​"Betul mas, kontrak sudah selesai," ujar desainer grafis yang telah mengantongi puluhan penghargaan internasional tersebut saat dikonfirmasi mengenai status hak profesionalnya, walaupun karyanya pada akhirnya batal digunakan sebagai identitas resmi daerah.

Pemerintah Daerah Tetap Pilih Logo Versi Komprehensif

​Hasil akhir dari pertemuan lintas instansi tersebut menegaskan bahwa jajaran jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tetap berpegang teguh pada keputusan semula untuk menggunakan desain logo alternatif yang memuat ornamen infrastruktur kompleks.

​"Seperti yang sudah saya jelaskan di chat kemarin, inti penjelasan adalah logo yang baru sudah keputusan final. Sudah itu saja," tambah Catur.

​Sebagaimana diketahui, keputusan penggantian logo ini sempat memicu kegaduhan di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan diturunkannya (takedown) logo orisinal karya anak daerah dari situs resmi Pemkab Rembang pada awal Juli lalu. Logo baru pengganti tersebut bahkan sempat dihujani kritik tajam dari publik karena memuat elemen visual jembatan yang dinilai menyerupai Jembatan Suramadu serta simbol pelabuhan Pelindo, yang dinilai tidak selaras dengan kondisi geografis riil di Kabupaten Rembang.

​Salah seorang perwakilan warga, Yulianto, menilai bahwa selesainya urusan kontrak secara administratif merupakan langkah awal yang baik, namun ia tetap menekankan pentingnya evaluasi dalam manajemen komunikasi publik di masa mendatang.

​"Kita mengapresiasi bahwa hak profesional desainer lokal akhirnya diselesaikan dengan baik melalui pertemuan yang dihadiri Dinbudpar, Kominfo, hingga Harmonis Center. Namun, perubahan kebijakan visual di hari yang sama saat peluncuran resmi tetap menjadi catatan penting. Transparansi seperti ini yang seharusnya dibuka sejak awal agar masyarakat tidak perlu berspekulasi liar mengenai relevansi logo daerahnya sendiri," kata Yulianto kepada awak media.

​Hingga berita ini diturunkan, jajaran jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rembang maupun jajaran Panitia Besar Hari Jadi ke-285 belum mengeluarkan pernyataan resmi tertulis kepada publik pasca-pertemuan koordinasi tersebut. Namun, dengan adanya konfirmasi dari pihak kreator, dipastikan bahwa Pemkab Rembang akan melangkah ke puncak acara tanggal 27 Juli dengan menggunakan logo versi final yang telah ditetapkan. (Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!