REMBANG, kawaljateng.com – Hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan setelah konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, belum dapat diketahui dalam waktu dekat.
Tim monitoring mengambil sejumlah sampel dari SPPG Mondoteko 3 Rembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sampel tersebut meliputi air minum, makanan, serta bahan makanan yang berkaitan dengan menu yang didistribusikan saat kejadian di SMPN 5 Rembang.
Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Al Furqon, mengatakan sampel harus dikirim ke Semarang karena pemeriksaan laboratorium terkait tidak dilakukan di Rembang.
Hasil pemeriksaan diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar 1–2 minggu.
Lamanya proses pemeriksaan membuat penyebab pasti munculnya gejala pada sejumlah penerima MBG belum dapat disimpulkan. Investigasi masih berlangsung dan hasil laboratorium menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dengan keluhan kesehatan yang dialami para korban.
Monitoring SPPG Dilakukan Menyeluruh
Selain mengambil sampel, tim monitoring juga melakukan pemeriksaan terhadap operasional SPPG Mondoteko 3. Pemeriksaan mencakup bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Dari monitoring awal, tim menemukan sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait kedisiplinan relawan dalam menjalankan SOP.
Aspek penyimpanan bahan makanan juga menjadi perhatian agar keamanan bahan tetap terjaga sejak diterima hingga digunakan dalam proses pengolahan.
Tim juga meminta penerapan higiene dan sanitasi diperketat, termasuk kebiasaan mencuci tangan dengan benar serta penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti masker dan penutup kepala.
Penyebab Belum Bisa Dipastikan
Dinkes Rembang menegaskan temuan monitoring tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab dugaan keracunan.
Sebab, proses investigasi masih berjalan dan sampel yang telah diambil harus melalui pemeriksaan laboratorium.
Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah selanjutnya berdasarkan bukti ilmiah.
Pengawasan terhadap SPPG juga akan terus dilakukan untuk memastikan aspek kebersihan, keamanan, mutu, dan kandungan gizi makanan tetap memenuhi ketentuan.
Kawal Jateng mencatat, hingga hasil laboratorium keluar, seluruh pihak perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!