kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
28 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Revitalisasi SMA N 1 Jepon Rp1,8 Miliar Berjalan, Nasib Aset Bekas Pembongkaran Belum Jelas

Revitalisasi SMA N 1 Jepon Rp1,8 Miliar Berjalan, Nasib Aset Bekas Pembongkaran Belum Jelas
Program revitalisasi di SMA Negeri 1 Jepon, Kabupaten Blora. (Foto : Rengga Wahana/KJ)

BLORA, kawaljateng.com – Program revitalisasi di SMA Negeri 1 Jepon, Kabupaten Blora, terus berjalan. Proyek yang dibiayai pemerintah pusat melalui anggaran revitalisasi sekolah tahun 2026 senilai Rp1,8 miliar tersebut kini telah mencapai progres sekitar 32 persen dan mencakup pembangunan sejumlah fasilitas utama di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, pada tahun yang sama, SMA Negeri 1 Jepon juga menerima alokasi anggaran melalui program Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp1,6 miliar untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Kepala SMA Negeri 1 Jepon, Dody Luhansa, mengatakan pembangunan yang dilaksanakan secara swakelola itu menyasar sejumlah fasilitas vital, mulai dari ruang administrasi hingga ruang kelas.

"Saat ini progres pekerjaan berjalan lancar dan sudah mencapai sekitar 32 persen. Sejauh ini tidak ada kendala berarti," ujar Dody, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, revitalisasi meliputi pembangunan gedung ruang kelas serta ruang administrasi yang terdiri atas ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, dan ruang pertemuan. Namun, masih terdapat satu ruang kelas yang belum memasuki tahap pembangunan.

"Saat ini yang sedang dikerjakan adalah Gedung H untuk ruang kelas. Pekerjaan sudah memasuki tahap pengecoran struktur," katanya.

Selain itu, pembangunan toilet juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

"Progres pembangunan toilet sudah mendekati 50 persen. Pekerjaan dinding hampir selesai," tambahnya.

Di tengah proses pembangunan, pihak sekolah juga memanfaatkan kembali material bangunan hasil pembongkaran yang masih layak pakai sebagai bentuk efisiensi penggunaan aset.

"Aset yang kondisinya masih baik kami manfaatkan kembali. Salah satu rencananya digunakan untuk pembangunan toilet. Sebagian besar berupa kayu hasil pembongkaran, sedangkan material yang sudah tidak dapat digunakan sementara kami simpan," jelas Dody.

Sementara itu, material dan aset yang sudah tidak layak pakai belum dapat dihapuskan karena harus melalui prosedur administrasi sesuai ketentuan. Menurut Dody, opsi pelelangan juga belum tentu memungkinkan karena nilai ekonomis aset tersebut sudah sangat rendah.

"Penghapusan aset tidak bisa dilakukan begitu saja karena prosedurnya cukup panjang. Jika memungkinkan akan dilelang, tetapi kalau kondisinya sudah tidak layak, tentu menjadi pertimbangan tersendiri," ujarnya.

Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang laboratorium sebagai kelas sementara agar tidak mengganggu aktivitas siswa.

"Sementara ini siswa belajar di laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi. Ruangannya memang lebih kecil, tetapi proses pembelajaran tetap berlangsung dengan kondusif," pungkasnya. (Rgw/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!