kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
13 Oktober 2026
Logo Mobile
Kategori

Maling Curi Mobil Milik Pelaku Usaha di Alun-Alun Kembangjoyo

Maling Curi Mobil Milik Pelaku Usaha di Alun-Alun Kembangjoyo
Foto: Pelaku usaha di Alun-Alun Kembangjoyo. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Aksi pencurian menyasar penyedia jasa sewaan mainan anak-anak di kawasan Alun-Alun Kembangjoyo Pati.

Dua unit mainan yang terdiri dari satu mobil aki mini dan satu motor trail mini milik Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Kembangjoyo, Thukul, raib digondol maling. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026 dini hari, memanfaatkan situasi kawasan yang sepi serta kondisi penerangan yang padam.

Thukul baru menyadari kehilangan tersebut pada sore hari saat hendak bersiap beraktivitas. Penutup terpal tempat penyimpanan mainannya sudah dalam keadaan berantakan.

"Awalnya saya tahu sore hari kemarin pas saya mulai beraktivitas. Ternyata tempatnya sudah amburadul seperti ini," ujar Thukul saat diwawancarai awak media, Rabu sore, 7 Oktober 2026.

Ia menjelaskan barang yang digondol merupakan armada baru yang belum ada empat bulan dibeli. Mobil aki mini berwarna biru muda dan motor trail mini berwarna hijau tersebut bernilai sekitar Rp8,9 juta.

Menurut penuturan Thukul, pelaku diduga menggunakan mobil pikap untuk mengangkut barang curiannya sekitar jam 04.00 WIB atau jelang subuh. Situasi saat itu mendukung aksi pelaku karena listrik di area tersebut sedang padam.

"Pas Selasa fajar itu keadaan gelap karena ada pemadaman listrik. Rekan yang sempat tidur di sekitar sini bilang ada mobil pikap masuk sekitar mau Subuh. Aksi pencurian ini tidak mungkin kalau tidak pakai mobil, sebab ukuran barang yang dicuri besar dan berat," jelasnya.

Insiden pencurian ini bukanlah yang pertama kali dialami oleh Thukul. Sekitar satu tahun lalu, ia juga pernah kehilangan seperangkat mesin sound system senilai Rp5 juta. Namun, pada insiden pertama tersebut ia memilih tidak melapor ke kepolisian.

"Kalau dulu saya diam, tidak lapor. Tapi kalau yang ini saya laporkan karena sudah keterlaluan. Saya sengaja membiarkan kondisi lokasi yang berantakan ini karena masih menunggu proses olah TKP dari Polsek Pati Kota," tegas Thukul.

Ia menambahkan, aksi pencurian di Alun-Alun Kembangjoyo tidak hanya menimpa dirinya. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah lapak milik pedagang lain juga kerap menjadi sasaran pembobolan, mulai dari pencurian pakaian, aksesori, jam tangan, hingga perlengkapan jualan.

Kondisi keamanan yang tidak menentu ini dikeluhkan para pedagang. Padahal, sewa mobil dan motor trail mini yang dipatok sebesar Rp10.000 per 7 menit kini semakin sepi pengunjung.

Thukul menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah (pemda),terkait jaminan keamanan di tempat relokasi. Padahal, saat pembentukan Peraturan Daerah (Perda) relokasi PKL, pemerintah sempat berjanji memberikan fasilitas keamanan yang memadai.

"Kami ini PKL yang taat aturan, mau direlokasi. Tapi janji fasilitas dan keamanan dari pemerintah daerah mana? Kalau malam sampai fajar tidak ada yang menjaga kawasan ini," ungkapnya kecewa.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera menempatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati secara bergilir atau memberikan subsidi honor petugas keamanan kawasan. 

Thukul menegaskan, apabila permasalahan keamanan dan penataan PKL tidak kunjung direspon tegas oleh pemda, para pedagang berencana akan kembali berjualan di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!