kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
19 Agustus 2026
Logo Mobile
Kategori

Chandra Salah Sebut Sila Pancasila karena Kurang Fit Saat Upacara

Chandra Salah Sebut Sila Pancasila karena Kurang Fit Saat Upacara
Foto: Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra ketika diwawancarai awak media. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Terjadi insiden dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 di Alun-Alun Simpang Lima Pati, pada Senin, 17 Agustus 2026. Kejadian miris dilakukan oleh Risma Ardhi Chandra selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati.

Tampak pada upacara bendera pagi tadi, ia salah mengucapkan bacaan Pancasila. Saat tiba momen pembacaan teks Pancasila, lidah Chandra kepeleset sehingga ada yang tidak sinkron antara isi pikiran dengan mulut.

Peserta upacara,  tamu undangan, petugas upacara, dan warga yang menyaksikan upacara di pusat Kota Pati kaget ketika Chandra salah mengucapkan sila kedua dasar negara. Kata yang seharusnya "kemanusiaan", ia justru mengucap "keadilan".

"Pancasila. Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Keadilan yang Adil dan Beradab," tutur Plt Bupati Pati di hadapan ratusan orang.

Peserta upacara yang hadir pun kemudian sadar jika Chandra salah menyebut kata pada sila kedua. Sehingga mereka mengucap sila kedua dengan benar tanpa konsentrasi terganggu. 

"Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," ucap peserta upacara. 

Suasana pun sempat canggung. Namun, pada akhirnya pembacaan Pancasila tetap berlanjut dengan lancar dan tepat. 

Peristiwa ini juga jadi sorotan netizen di media sosial (medsos). Akun medsos Jurnal Sudewo.

Diketahui, akun tersebut menggunggah potongan video ketika Chandra keliru mengucap Pancasila. Postingannya pun menyebar ke jejaring sosial, bahkan media-media nasional menjadikan bukti itu sebagai bahan untuk pemberitaan.

Saat dikonfirmasi malam ini, Selasa, 18 Agustus 2026, Chandra pun mengaku bahwa pada saat membaca teks Pancasila sedang tidak fit. Ia mengaku kelelahan akibat padatnya rutinitas kerja sebagaimana kepala daerah.

"Kondisinya juga sedang nggak enak badan. Pagi hari sudah keringat dingin, cuma karena posisi 17 Agustus, saya harus kuat, tapi memang fisik manusia tidak bisa di kondisi seperti itu," jelasnya kepada awak media di acara Pesta Rakyat di Alun-Alun Simpang Lima Pati.

Ia meminta maaf kepada publik setelah keliru mengucapkan dasar negara. Pasalnya, Pancasila merupakan landasan falsafah hidup bangsa.

"Akhirnya di luar prediksi kami. Jadi saya ucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Pati dan masyarakat Indonesia. Sekali lagi itu tidak sengaja," ucapnya.

"Kondisi bener-bener posisi kurang enak badan. Rangkaian kegiatan sampai malam sehingga konsentrasinya bener-bener berkurang," pungkasnya. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!