kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
29 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Ratusan Massa ASPIRASI Bakal Demo Kejari Pati, Tagih Kepastian Kasus Dugaan Pencabulan Kiai Ashari

Ratusan Massa ASPIRASI Bakal Demo Kejari Pati, Tagih Kepastian Kasus Dugaan Pencabulan Kiai Ashari
Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati pada Senin, 3 Agustus 2026.

PATI, kawaljateng.com – Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati pada Senin, 3 Agustus 2026. Aksi tersebut digelar untuk meminta kejelasan penanganan perkara dugaan pencabulan yang menyeret pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Ashari.

Koordinator ASPIRASI, Ulil Amri, mengatakan pihaknya mempertanyakan tindak lanjut proses hukum yang menurutnya telah memasuki tahap P-21, namun belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

"Kami datang ke kejaksaan untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Kami ingin mengetahui kapan proses selanjutnya dilakukan karena masyarakat terus menunggu kepastian," ujar Ulil Amri usai menemui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pati, Tri Yulianto, SH., MH., Rabu (29/7/2026).

Menurut Ulil, hasil pertemuan tersebut belum memberikan jawaban yang memuaskan. Ia meminta aparat penegak hukum mempercepat penyelesaian perkara.

"Hasil pertemuan tadi masih menunggu koordinasi antara penyidik kepolisian dengan kejaksaan. Kami berharap prosesnya bisa segera dituntaskan," katanya.

Ulil menambahkan, dalam aksi nanti ASPIRASI berencana membawa sekitar 200 peserta untuk menyampaikan aspirasi di Kantor Kejari Pati.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Pati, Tri Yulianto, belum memberikan keterangan kepada awak media. Melalui salah seorang pegawai, disampaikan bahwa yang bersangkutan sedang mengikuti video conference dari Kejaksaan Agung.

"Pak Kasi Pidum sedang mengikuti video conference dari pusat, sehingga belum bisa memberikan keterangan," ujar pegawai tersebut.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Hari Wibowo, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam menangani perkara tersebut. Ia mengatakan proses masih menghadapi kendala terkait alat bukti.

"Jadi kemarin tersiar kabar korbannya ada 50 orang, tetapi yang membuat laporan hanya satu orang. Berkas yang kami terima seperti itu," kata Hari Wibowo pada 14 Juli 2026. (Sgh/red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!