PATI, KawalJateng.com - Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pati, Ainur Rizqiyah yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dipercaya pada posisi pembawa baki bendera merah putih. Ia mengemban tugas negara itu pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 di Lapangan Pancasila, Kota Semarang.
Di kesempatan tersebut, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bertindak sebagai Inspektur Upacara. Ainur pun bertugas mengambil bendera dari Inspektur Upacara untuk dikibarkan, atau menerima bendera saat penurunan.
"Perasaan saya saat bertugas sangat merasa bangga, bahagia, senang, serta sangat antusias mengukuti runtutan kegiatan yang ada di sana, seperti latihan rutin upacara, kegiatan pembelajaran, fun game, dan lain-lain. Hal pertama bisa membayangkan bahwa saya bisa membawa bendera pusaka merah putih ketika upacara, karena semasa latihan itu kami selalu berlatih menggunakan bendera latihan yang berwarna hijau kuning," ungkap perempuan asal Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati kepada KawalJateng.com, Jumat, 21 Agustus 2026.
Pelajar kelas XI-7,itu mengemban tugas di sesi upacara pengibaran bendera dan sesi upacara penurunan bendera. Pada upacara pagi hari ia bertugas sebagai pasukan 17, sedangkan pada upacara sore hari Ainur bertugas sebagai pembawa baki.
"Apapun posisinya itu, kita semua harus menjalankannya dengan penuh rasa tanggungjawab dan kerja keras. Maka tanggungjawab dan beban yang dipikul sangat berat, serta waktu latihan yang lebih banyak lagi dari pada yang lainnya," urainya.
Ia melaksanakan tugas dengan baik karena ketika sudah ditunjuk menjadi pasukan inti. Ia merasa bangga dengan peran yang dilaksanakan.
"Menurut saya pribadi, untuk posisi itu bukan hal yang penting atau menjadi pembeda, karena kita mengibarkan dan menurunkan bendera sang saka merah putih itu bersama-sama sebagai seorang tim bukan per individual. Namun jika ditanya apa istimewanya menjadi pasukan inti, khususnya pembawa baki adalah di antara teman-teman yang lain hanya ada beberapa peserta putri yang bisa merasakan membawa baki serta bendera merah putih sekaligus mendapat kesempatan untuk berhadapan langsung oleh pemerintah daerah," katanya.
Selama menjadi punggawa Paskibraka tingkat Provinsi Jateng, Ainur belajar banyak hal mulai dari kedisiplinan, tanggungjawab, jiwa korsa, kepemimpinan, dan mengasah rasa percaya diri. Semua aspek kehidupan baginya diperoleh Ainur selama berlatih dan karantina. Hal itu membuat tekadnya bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
"Untuk tantangannya sendiri itu ada pada diri sendiri, terkadang saya harus berani dan meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa keluar dari zona nyaman dan mencoba berjuang melewati limit saya. Ketika sudah ditunjuk menjadi pasukan inti tanggungjawab dan beban yang dipikul itu sangat berat," imbuh wanita berusia 16 tahun.
Ia berpesan kepada generasi muda agar memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dalam mewujudkan cita-citanya. Persoalan sukses atau gagal, menjadi bagian dari proses hidup sehingga menurutnya kedua hasil itu menjadi fase pendewasaan.
"Untuk semua generasi muda di luar sana, saya ingin mengatakan bahwa jika kamu mempunyai impian atau cita-cita yang ingin sekali kalian wujudkan, maka jangan pernah sekali-kali menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Jika di kesempatan itu kalian gagal, maka di kesempatan berikutnya kamu bisa belajar dari kegagalan sebelumnya dan bangkit menjadi pejuang yang lebih siap. Intinya tetap semangat dan pantang menyerah untuk menggapai tujuanmu," tutur gadis dengan tinggi badan 168 sentimeter dan berat badan 57 kilogram. (Sgh/Red)
Putri Asal Pagendisan Winong Bertugas Bawa Baki Bendera di Paskibraka tingkat Provinsi
Foto: Ainur Rizqiyah saat membawa baki bendera di tim Paskibraka Jateng. (Singgih Tri/KawalJateng.com)
Komentar
Berita Terkait
Berita Terpopuler
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!