PATI, KawalJateng.com - Kasus dugaan penembakan rumah warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati oleh orang tidak dikenal berbuntut panjang. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil sementara, polisi menemukan fakta terbaru.
Katim Kasubbid Balistik Metalurgi (Balmet) Bidladfor Polda Jateng, AKBP Totok Tri Kusuma mengatakan dari hasil olah TKP itu pihaknya telah mengamankan belasan gotri. Selain itu, pihaknya juga telah memeriksa lubang kaca.
"Dalam pemeriksaan TKP tersebut kita dapatkan rumahnya menghadap ke selatan. Kita mendekati ada pengrusakan kaca pada sisi sebelah kiri," ujar AKBP Totok di Polresta Pati saat gelar konferensi pers, Jumat, 27 Agustus 2026.
Totok melanjutkan sebelumnya pada Senin, 23 Agustus 2026, Sri Suryati Ibu pemilik rumah Exsa awalnya telah menemukan empat buah gotri. Seiring dengan olah TKP, Totok menemukan tambahan gotri hingga berjumlah 11 buah.
"Kejadian ini hari Senin dari rumah Exsa. Dia menemukan barang bukti gotri di dalam rumah sebanyak empat," terangnya.
"Kita melakukan olah TKP kembali lalu kita masuk ke bagian dalam, kita melakukan pengecekan lubang tersebut. Kita cek dan ada tambahan gotri tersebut ada empat dan diluar ada empat juga, tapi lubang ini hanya satu, dari manakah lubang tersebut. Lalu kita olah TKP, dapat lagi tiga," imbuhnya.
Penemuan 11 buah gotri itu, pihaknya lalu melakukan pemeriksaan di dalam rumah. Setelah dilakukan pemeriksaan, besaran gotri itu tidak sesuai dengan lubang di kaca tersebut.
"Semua lubang yang kita ukur posisinya. Didapatkan lubang tersebut dengan diameter 4,6 milimeter. Gotri dengan ukuran 6,39 milimeter. Ukuran tersebut mungkin tidak masuk ke dalam lubang," jelasnya.
Ia juga menyimpulkan bahwa lubang kaca tersebut berawal dari dalam rumah. Untuk memastikan keakuratan data, ia membawa barang bukti untuk dilakukan uji lab.
"Istilah sentuhan kaca atau tekanan kaca ada di bagian dalam rumah," imbuhnya.
Sementara itu, Wakapolresta Pati, AKBP Ardyan Uke Hercahyo mengatakan bahwa ada pengrusakan kaca rumah hingga berlubang. Pihaknya juga masih perlu melakukan pendalaman. Ia menilai hal itu saat ini tengah menjadi asumsi publik.
"Memang isu yang beredar di masyarakat seperti itu, namun sampai saat ini belum ada fakta, jadi itu masih asumsi-asumsi," pungkasnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!