Kudus, kawaljateng.com– Upaya membangun budaya peduli lingkungan terus dilakukan di Kabupaten Kudus. Salah satunya melalui program Keluarga ASIK (Apik dan Resik) yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
Program tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menghadiri kegiatan Apresiasi Gerakan Keluarga ASIK 2026 yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (9/6/2026).
Menurut Sam’ani, kolaborasi antara TP PKK Kudus dan BLDF menjadi langkah positif dalam mendorong kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Ini merupakan langkah kreatif yang patut kita banggakan bersama. Terima kasih kepada PKK Kudus dan BLDF yang telah berkolaborasi menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, keberhasilan Gerakan Keluarga ASIK dinilai bukan hanya terletak pada para pemenang lomba, melainkan juga pada keterlibatan berbagai pihak mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, kelurahan hingga kader PKK yang aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat.
“Para pemenang ini diharapkan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi warga lainnya untuk membiasakan memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Program Keluarga ASIK sendiri telah berjalan sejak Desember 2025. Kegiatan diawali dengan sosialisasi daring yang diikuti 150 kader PKK dan berfokus pada perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Kemudian pada Januari 2026, BLDF menyelenggarakan empat kelas pelatihan guna meningkatkan kapasitas kader PKK dalam mendampingi masyarakat menerapkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi masa depan, termasuk menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.
“Kami meyakini keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter generasi mendatang. Karena itu, kami terus mendorong berbagai program yang mampu menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga cukup tinggi. Tercatat lebih dari 56 karya partisipasi dari keluarga, RT, RW hingga kelurahan mengikuti kegiatan ini. Setelah melalui tahapan penilaian dan verifikasi lapangan pada 27-30 April 2026, terpilih 16 pemenang terbaik.
Dalam kesempatan tersebut, BLDF juga meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memuat 525 titik penjemputan sampah di Kabupaten Kudus. Inovasi ini diharapkan memudahkan masyarakat menemukan lokasi pengumpulan sampah sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. (kj/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!