REMBANG, KAWALJATENG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang resmi mengajukan sembilan ruas jalan prioritas untuk didanai melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026 ke pemerintah pusat. Namun, usulan tersebut menuai sorotan dari warga Kecamatan Sumber lantaran ruas jalan vital Logede–Sumber belum terakomodasi dalam daftar usulan tersebut.
Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Rembang, sembilan ruas jalan yang diprioritaskan untuk diajukan meliputi:
- Kalipang – Lodan Wetan
- Lodan Wetan – Bonjor
- Bonjor – Sampung
- Sampung – Tawangrejo
- Kaliombo – Sudo
- Dresi – Sekararum
- Kedungrejo – Pasar Banggi
- Pamotan – Trembes – Suntri
- Akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat
Belum masuknya jalur Logede–Sumber sepanjang 6,3 kilometer tersebut dikeluhkan oleh warga setempat. Pasalnya, jalur penghubung antarkecamatan tersebut saat ini dalam kondisi rusak dan berlubang, sehingga dinilai membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Bibur, salah seorang warga Kecamatan Sumber, mengharapkan adanya langkah taktis dari pemerintah daerah meski jalur tersebut belum masuk dalam usulan ke pemerintah pusat.
"Kalaupun ini memang tidak masuk prioritas atau proses pengajuan di pusat, setidaknya Pemkab Rembang ada inisiatif. Jangan dibiarkan begini saja. Minimal ada perbaikan penambalan jalan yang rusak atau tim tambal sulam yang turun ke lapangan," ujar Bibur saat diwawancarai, Jumat (17/7/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala DPUTR Kabupaten Rembang, Maryosa, membenarkan bahwa jalur Logede–Sumber tidak masuk dalam daftar usulan IJD tahun anggaran 2026.
"Mboten pak (Tidak pak)," kata Maryosa saat dikonfirmasi redaksi kawaljateng.com melalui pesan tertulis, Jumat sore (17/7/2026).
Meski demikian, Maryosa memberikan klarifikasi mengenai pemetaan pembangunan di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa intervensi anggaran pusat sebenarnya sudah berjalan di kawasan sekitar, namun belum sepenuhnya menuntaskan seluruh ruas hingga ke Kecamatan Sumber.
"Sudah ditangani IJD ruas Sulang-Logede tahun 2025, tetapi tidak sampai Sumber," papar Maryosa menjelaskan duduk perkara belum tersambungnya akses jalan yang dikeluhkan warga tersebut.
Padahal, kelanjutan jalur Logede-Sumber ini sebelumnya sempat menjadi perhatian serius di tingkat daerah, di mana Bupati Rembang sempat memproyeksikan usulan kelanjutan pembangunan jalur tersebut untuk tahun anggaran 2026 dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp16 Miliar.
Dengan adanya kejelasan peta pembangunan ini, warga berharap sisa ruas jalan yang belum tersentuh program IJD pusat tersebut bisa segera dicarikan solusi alternatif, baik melalui percepatan di tahun berikutnya maupun optimalisasi dana pemeliharaan rutin APBD Kabupaten guna melakukan penambalan (patching) darurat. (Eko/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!