PATI, KawalJateng.com - Pengerjaan trotoar di Jalan Panglima Sudirman Pati ditinjau langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) datang mengecek langsung kondisi trotoar yang bernilai Rp14 miliar tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian PU, Dika Dwi Angga bersama tim Kementerian PU memastikan jika pembangunan projek trotoar sesuai dengan rencana. Menurutnya desain dan material telah sesuai dengan dokumen perencanaan yang disepakati antara pemerintah daerah (pemda) dan kontraktor.
Bila ada kekurangan dalam pengerjaan dari pihak kontraktor, pihaknya akan segera memperbaiki. Hal itu agar tidak menyusahkan akses masyarakat.
"Kami berkomitmen kualitas spek bangunan sesuai yang direncanakan dan dilelangkan. Jika ada yang kurang baik akan kita perbaiki, jadi memang metode pelaksanaan kontraktor kita koreksi, beberapa segmen yang belum selesai finishing," ungkapnya saat meninjau pengerjaan trotoar di Jalan Panglima Sudirman.
Sejumlah projek pengerjaan di antaranya trotoar, lampu pedestrian, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), dan Tempat Penampungan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, and Recycle (3R). Titik pengerjaan segmen pembangunan yang dilakukan Kementerian PU itu membentang dari Jalan Panglima Sudirman sampai dengan Jalan Kolonel Sunandar (TPS 3R depan Pasar Puri Baru). Titik pengerjaan sepanjang 2,5 kilometer.
Ia juga menjelaskan bahan material pengerjaan trotoar menggunakan paving. Sebelum dibongkar, bahan trotoar itu terbuat dari marmer.
"Tidak hanya paving trotoar, ada lampu pedestiran, PJU, TPS 3R sampai ke Pasar Puri. Usulan paving berdasarkan dokumen perencanaan yang kami terima. Penentuan paving sudah ada melalui FGD dua kali di tahun 2025, sudah disetujui kedua belah pihak mengenai pola dan penentuan material," ujarnya.
Ia menyatakan bahwa kontraktor projek ini berdasarkan mekanisme tender. Ia menegaskan pula bahan material yang digunakan baru semua.
"Tidak ada intervensi apapun, kontraktor pelaksana sesuai mekanisme tender, memenuhi syarat kami. Tidak ada bahan lama, semua bahan baru, untuk bahan lama sendiri pembongkaran dilakukan DPUTR Pati, bahan lama diangkut ke gudang PU," imbuhnya.
Sementara, kontraktor pelaksanaan pengerjaan trotoar, Dimas Ariawan menuturkan jika kondisi paving yang masih baru tampak lusuh karena kotoran debu dan tanah. Paving-paving tersebut juga tampak semrawut lantaran dipasang ala kadarnya demi akses pejalan kaki ketika area pedestrian dibongkar.
"Kenapa paving? Konsep itu kita nggak tahu karena hanya pelaksana yang kita terima dari lelang paving, paving Holland. Biasanya masangnya pakai semen kena kotoran, sebenarnya baru semua," ujarnya kepada awak media.
Perlu diketahui, pengerjaan trotoar sudah 40 persen. Setiap pekan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Pati dan kementerian terkait dalam memantau pengerjaan trotoar. Ditargetkan Desember 2026 selesai
"Kan kita ada konsultan terkait material, sebelum dipasang dikoordinasikan lebih dahulu. Pemasangan masih proses. Kalau nggak segera pasang paving kasihan warga saat dibongkar karena itu kami kejar dulu lalu di belakang kita perapian," pungkasnya. (Sgh/Red)
Muncul Dugaan Material Bekas, Trotoar Jalan Sudirman Disorot Kementerian
Foto: Sidak dilakukan oleh Kementerian PU ke pengerjaan Jalan Panglima Sudirman Pati. (Singgih Tri/KawalJateng.com)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!