BLORA, KawalJateng.com – Ratusan personel TNI yang dipersiapkan untuk mengisi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mulai berdatangan.
Sebelum markas batalyon selesai dibangun, para prajurit tersebut menempati gudang di kawasan Pabrik Gula (PG) Gendhis Multi Manis (GMM), Kecamatan Todanan, sebagai tempat tinggal sementara.
Supervisor (SPV) Humas dan Kesekretariatan PG GMM, Sugito, membenarkan bahwa salah satu gudang milik perusahaan saat ini dipinjam oleh jajaran TNI untuk menampung personel Yonif TP.
"Terkait personel TNI di GMM saat ini, statusnya adalah peminjaman gudang untuk tempat tidur sementara waktu," ujar Sugito, Rabu (8/7/2026).
Sugito menjelaskan, peminjaman dilakukan karena pembangunan markas batalyon di Desa Kedungwaru masih berlangsung. Gudang yang digunakan tersebut belum difungsikan untuk operasional pabrik, sehingga tidak mengganggu aktivitas perusahaan.
"Kurang lebih peminjaman berlangsung empat hingga enam bulan, sambil menunggu pembangunan batalyon di Kedungwaru selesai," katanya.
Menurut Sugito, proses peminjaman gudang telah dimulai sejak 28 Juni 2026. Keberadaan personel TNI tersebut dipastikan tidak memengaruhi aktivitas PG GMM yang hingga kini masih menjalani kajian independen terkait perbaikan mesin.
"Karena tahun ini GMM belum bisa beroperasional, sehingga di gudang belum ada aktivitas," tutur Sugito.
Kedatangan prajurit Yonif TP dilakukan secara bertahap hingga nantinya memenuhi kebutuhan satu batalyon penuh. Saat ini, jumlah personel yang telah berada di kawasan PG GMM diperkirakan mencapai ratusan orang.
"Kalau jumlah pastinya saya kurang tahu. Namun, setahu saya ada sekitar 450 personel. Itu nanti untuk satu batalyon di Desa Kedungwaru," jelasnya.
Selain menjadi tempat singgah sementara, keberadaan para prajurit dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan pabrik. Mereka secara rutin melakukan kegiatan kebersihan dan perawatan di area PG GMM yang saat ini belum beroperasi.
"Adanya prajurit Yonif TP ini membuat area pabrik lebih bersih dan terawat karena ada agenda kebersihan berkala. Ini sangat membantu kami dalam menjaga kebersihan area pabrik," tambahnya.
Sebagai informasi, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun di kawasan hutan Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran.
Proyek tersebut membutuhkan lahan seluas 77,8 hektare, termasuk sekitar 2 hektare yang akan dimanfaatkan sebagai marshaling area atau titik kumpul personel. Kompleks batalyon ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari markas batalyon, markas kompi, barak prajurit, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang.
(Rgw/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!