PATI, KawalJateng.com - Warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati mengeluhkan kondisi ruas jalan yang rusak bertahun-tahun. Maria, seorang warga Dukuh Cacah kerap kali menyoroti rusaknya ruas jalan ini, bahkan ia dulu pernah melaporkan kondisi keluhannya kepada Bupati Pati sebelumnya, Sudewo.
"Minta tolong perbaikan jalan. Saya selalu warga Sukoharjo sudah lama banget merasakannya. Saya sudah pernah pengaduan ke aplikasi Lapor Pak Dewi dari zaman Pak Dewo sampai sekarang belum ada tindakan," tuturnya kepada awak media, Rabu, 14 Oktober 2026.
Selain itu, ia juga sudah menjadikan jalan tersebut secara langsung ke Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Sayangnya, belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sampai sekarang.
Ia menegaskan tujuannya mengadu dan membuat viral ruas jalan ini untuk kebaikan bersama sehingga akses lalu lintas masyarakat lancar. Dan, perbaikan ruas jalan bertujuan untuk keselamatan pengguna jalan.
"Saya sudah ketemu Pak Chandra langsung, Pak Chandra baru mengecek ini jalan desa atau jalan kabupaten atau jalan provinsi. Belum ada tindakan real dari Pak Chandra, tengok saja enggak. Saya harap ada pengaduan seperti ini jalan ini ada tindakan dan warga lebih nyaman beraktivitas sehari-hari," ungkap Maria.
Kerusakan ruas jalan yang berada di depan rumahnya sudah terjadi sejak 2019. Batu dan kerikil berceceran di jalur yang menghubungkan Desa Sukoharjo menuju Desa Langse maupun Desa Metaraman, sehingga menyebabkan kecelakaan.
Pada musim kemarau debu-debu jalanan berhamburan menganggu pandangan dan pernapasan warga setempat. Sementara, sewaktu musim penghujan kondisi jalanan becek berlumpur.
"Batu-batunya besar banget, banyak pengendara jalan yang jatuh bahkan kalau hujan lembab. Selain hujan, kalau kemarau banyak debu," tuturnya.
Maria mengatakan sejumlah orang pernah gotong royong menguruk lubang jalan yang menganga sekaligus merapikan material jalan rusak. Akan tetapi, perhatian dari pemerintah masih minim, termasuk pemerintah desa (pemdes) setempat.
"Dulu nggak separah ini, mungkin terlalu lama ndak ada perbaikan. Dulu sudah ada yang untuk batu dan tanah, tapi gak tahu siapa, tidak ada dari pemerintah desa sendiri nggak ada," ucapnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!