PATI, KawalJateng.com - Kondisi Sungai Juwana yang mengering menyisakan persoalan baru bagi warga. Warga yang kurang air untuk pertanian diperparah adanya bangkai ikan sapu-sapu yang mati di sepanjang aliran sungai menimbulkan bau menyengat.
Keluhan warga ini kemudian mendapat respons Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng turun langsung mengecek kondisi lapangan, dan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati serta perangkat desa (perades) setempat.
"Ada dua keluhan utama yang disampaikan warga. Pertama, bau bangkai ikan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kedua, warga meminta aliran air dari waduk kembali dialirkan ke sungai agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian," ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Urip Sihabudin saat meninjau Sungai Juwana, Rabu, 9 September 2026.
Untuk mengatasi bau, Pemprov Jateng bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sepakat segera memindahkan bangkai ikan. Bangkai akan diangkat menggunakan alat berat, kemudian dikubur di lahan kosong di sekitar bendungan karet.
"Proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar sepekan. Hal ini karena petugas masih harus mendatangkan alat berat untuk menggali lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pemakaman bangkai ikan," lanjutnya. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!