kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
17 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Hantam 5 RT di Tunggulsari Pati, Banjir Rob Rendam 80 Rumah dan 85 Hektare Tambak

Hantam 5 RT di Tunggulsari Pati, Banjir Rob Rendam 80 Rumah dan 85 Hektare Tambak
Kondisi rumah yang terendam banjir rob di Desa Tunggulsari. (dok. Pemdes Tunggulsari)

PATI, Kawaljateng.com – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati kian parah dalam dua hari terakhir. Luapan air pasang laut terus meluas hingga merendam seluruh Rukun Tetangga (RT) di wilayah setempat, melumpuhkan mobilitas warga serta sektor ekonomi.

Kepala Desa (Kades) Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menjelaskan bahwa kenaikan volume air yang signifikan ini dipicu oleh fenomena gelombang pasang laut di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak air pasang diperkirakan terjadi pada Kamis (16/7/2026) dan Jumat (17/7/2026).

“Kejadian ini karena faktor alam. Gelombang pasang laut tinggi dan angin kencang sudah terjadi sejak kemarin,” ujar Setyo saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Dampak Ekonomi dan Pemukiman

Setyo mengungkapkan, banjir rob kembali naik sejak Selasa (14/7/2026). Hingga Kamis hari ini, dilaporkan sebanyak 80 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi, mencapai puncaknya hingga 80 sentimeter.

“Luasan dampak mencakup seluruh wilayah desa yang terdiri dari 5 RT. Total ada 80 rumah dengan 112 KK yang terdampak. Genangan tertinggi berada di wilayah pemukiman RT 5 yang mencapai 70 sentimeter,” jelas Setyo.

Selain merendam pemukiman, banjir juga menenggelamkan jalan desa sepanjang 800 meter, yang praktis menghentikan aktivitas transportasi harian warga. Sektor perekonomian warga pun terpukul hebat lantaran area tambak seluas 85 hektare kembali terendam air laut.

Siagakan Dapur Umum dan Perahu Evakuasi

Untuk meringankan beban warga, Pemerintah Desa (Pemdes) Tunggulsari bersama warga bergerak cepat mendirikan dapur umum di wilayah RT 5 guna mencukupi kebutuhan logistik.

“Kami mendirikan dapur umum menggunakan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jateng. Sementara untuk peralatan dapur, besok pagi akan kami ambil di kantor BPBD Pati,” tambahnya.

Pihak Pemdes juga telah menyiagakan dua unit perahu mitigasi. Armada ini disiapkan untuk memfasilitasi evakuasi warga yang ingin mengungsi, sekaligus mempermudah penyaluran bantuan ke titik-titik yang sulit dijangkau karena genangan air yang dalam.

Pengerjaan Tanggul Belum Maksimal

Dalam kesempatan tersebut, Setyo mengakui bahwa penanganan banjir rob melalui pembangunan tanggul di desanya belum maksimal. Hingga kini, progres pembangunan tanggul masih berjalan parsial.

Ia merinci, tanggul dari Pemkab Pati sepanjang 75 meter sudah selesai. Namun, untuk tanggul kedua sepanjang 90 meter masih dalam tahap pemasangan pancang. Sementara itu, tanggul kritis sepanjang 450 meter yang ditangani Pemprov Jateng saat ini masih dalam proses persiapan material.

“Pengerjaan pancang untuk tanggul dari Pemprov sepanjang 450 meter baru dimulai hari Kamis ini. Harapannya, penanganan bisa dipercepat agar warga tidak terus-menerus terancam rob,” pungkasnya. (Sgh/red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!