kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
13 Oktober 2026
Logo Mobile
Kategori

Gudang Rosok Kades Japeledok Rembang Terbakar, Listrik Padam dan Sanyo Macet Jadi Kendala

Gudang Rosok Kades Japeledok Rembang Terbakar, Listrik Padam dan Sanyo Macet Jadi Kendala
Kebakaran melanda gudang rosok milik Kepala Desa Japeledok, Tasripin, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).

REMBANG, kawaljateng.com - Kebakaran melanda gudang rosok milik Kepala Desa Japeledok, Tasripin, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Sejumlah barang bekas hangus terbakar, sementara penyebab munculnya api hingga kini belum diketahui secara pasti.

‎Pantauan di lokasi, bangunan gudang tampak mengalami kerusakan parah. Sejumlah material bekas terlihat berserakan di antara puing-puing bangunan. Petugas pemadam kebakaran bersama personel TNI dan kepolisian juga terlihat berada di lokasi untuk melakukan penanganan pascakebakaran.

‎Tasripin mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah menerima kabar itu, ia langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi gudangnya.

‎Saat tiba di lokasi, api disebut masih kecil. Namun, banyaknya tumpukan material yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.

‎"Dari tetangga sekitar itu tadi," kata Tasripin saat ditemui awak media.

‎Listrik Disebut Sudah Padam

‎Tasripin mengatakan, saat kebakaran terjadi tidak ada pekerja yang berada di dalam gudang. Aktivitas pekerja perempuan disebut telah berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.

‎Ia juga menyebut aliran listrik di gudang telah terputus sejak sehari sebelum kejadian. Kondisi tersebut membuat penyebab kebakaran masih menjadi tanda tanya.

‎Saat ditanya mengenai dugaan penyebab munculnya api, Tasripin mengaku belum mengetahuinya.

‎"Enggak tahu, Mas," ujarnya.

‎Tasripin juga menjelaskan, api awalnya terlihat kecil di dekat pagar. Warga sekitar sempat berupaya membantu memadamkan api, tetapi upaya tersebut tidak berjalan maksimal karena kendala pada pompa air atau sanyo yang disebut tidak berfungsi.

‎Meski demikian, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan tersebut. Pemeriksaan pihak berwenang diperlukan untuk memastikan sumber api dan faktor yang memicu kebakaran.

‎Gudang Beroperasi Sejak 2021

‎Gudang rosok tersebut diketahui dikelola dengan nama UD Berkah dan telah beroperasi sejak sekitar 2021. Menurut Tasripin, bangunan gudang memiliki ukuran sekitar 15 x 30 meter.

‎Adapun material yang tersimpan di dalamnya antara lain karung plastik, botol bekas, serta barang yang disebut berasal dari limbah pabrik sepatu.

‎Tumpukan material tersebut ikut terbakar dan menyebabkan kerusakan pada bangunan. Namun, Tasripin belum dapat memastikan nilai kerugian akibat kejadian tersebut.

‎"Enggak bisa diperkirakan," katanya.

‎Ia mengaku gudang tersebut tidak diasuransikan. Meski mengalami musibah, Tasripin berencana membangun kembali tempat usahanya setelah kondisi memungkinkan.

‎"Untuk memperbaiki, untuk tempat-tempat ya kita buat lagi," ujarnya.

‎Unggas di Sekitar Lokasi Ikut Terdampak

‎Selain gudang dan barang-barang di dalamnya, kebakaran disebut berdampak terhadap unggas yang berada di sekitar lokasi. Tasripin menyebut jumlah unggas yang dipelihara sekitar 500 ekor, tetapi belum mengetahui jumlah pasti yang mati akibat kejadian tersebut.

‎Berdasarkan keterangan Tasripin, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

‎Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian belum diketahui. Keterangan resmi dari petugas pemadam kebakaran maupun kepolisian masih diperlukan untuk memastikan asal api serta perkembangan penanganan kasus tersebut. (Aziz/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!