REMBANG, KAWALJATENG.COM – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang bergerak cepat merespons keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dihadapi para petani tebu. Dinas setempat resmi mengusulkan tambahan bantuan traktor roda empat (TR4) ke pemerintah pusat demi menggenjot efisiensi pengolahan lahan di wilayah tersebut.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menegaskan, ketersediaan TR4 di tingkat kelompok tani saat ini masih sangat terbatas. Padahal, mekanisasi pertanian menjadi kunci utama agar manajemen pengolahan lahan tebu berjalan efektif dan menghemat biaya produksi petani.
“Kami mengusulkan tambahan bantuan TR4 karena kebutuhan petani di lapangan masih cukup tinggi untuk mendukung percepatan pengembangan komoditas tebu di Rembang,” kata Agus, Kamis (9/7/2026).
Langkah penguatan fasilitas ini krusial mengingat Pemkab Rembang tengah agresif memperluas program peningkatan produksi. Pada tahun anggaran 2026, Dintanpan melanjutkan program bongkar ratun, yakni membongkar dan mengganti tanaman tebu tua yang sudah menurun produktivitasnya dengan bibit baru varietas unggul.
Sebagai informasi, total luas areal tanaman tebu di Kabupaten Rembang saat ini mencapai sekitar 8.700 hektare. Rinciannya, 6.800 hektare difokuskan untuk produksi gula kristal, dan 1.900 hektare lainnya menyuplai produksi gula tumbu.
“Tahun 2025 lalu, realisasi kegiatan bongkar ratun kita sudah mencapai 2.045 hektare. Intervensi ini penting karena sebelumnya produktivitas rata-rata tebu rakyat di sini hanya sekitar 50 sampai 60 ton per hektare,” jelas Agus.
Lewat kombinasi program peremajaan tanaman (bongkar ratun) dan usulan modernisasi alsintan ini, Pemkab Rembang optimistis mampu mendongkrak produktivitas tebu secara radikal. Targetnya, hasil panen melonjak ke angka 80 hingga 90 ton per hektare dengan capaian rendemen minimal 7,5 persen.
Peningkatan hasil panen ini diharapkan mengukuhkan posisi Rembang sebagai salah satu pilar penyangga tebu di Jawa Tengah, sekaligus memastikan kurva pendapatan dan kesejahteraan petani lokal terus meningkat. (Kj/Red)
Sumber : Diskominfo Rembang
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!