BLORA, KAWALJATENG.COM – Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangharjo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi susu kotak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/7/2026). Komoditas susu tersebut diketahui didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bogowanti Ngawen, Blora.
Seluruh siswa yang mengeluhkan sakit langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara intensif di Puskesmas Ngawen. Guna memastikan penyebab pasti insiden ini, sampel makanan serta minuman yang dikonsumsi siswa telah diamankan petugas untuk dilakukan uji laboratorium kesehatan.
Guru Kelas 2 SDN Sendangharjo, Ahmad Fatoni, menjelaskan bahwa paket makanan dalam program MBG tersebut sebenarnya sudah tiba di sekolah sejak pukul 06.30 WIB. Kendati demikian, pihak sekolah baru mendistribusikannya kepada para murid seusai pelaksanaan upacara bendera.
"Makanan didistribusikan jam setengah 7 pagi dari sekolahan, kita bagikan setelah upacara," ujar Fatoni saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Senin (20/7/2026).
Adapun variasi menu MBG yang disajikan pada hari itu meliputi nasi, telur gulung, buah anggur, kacang, serta susu kotak. Fatoni menambahkan, indikasi awal mengarah kuat pada produk susu kotak, mengingat rentetan keluhan kesehatan baru mulai dirasakan para siswa sesaat setelah meminum cairan tersebut.
"Untuk makanannya, indikasinya ada di susunya. Yang mungkin cara penyimpanannya atau bagaimana jadi agak basi," terangnya.
Merespons situasi tersebut, pihak manajemen sekolah bergegas melakukan inventarisasi dan penarikan massal terhadap sisa susu yang belum sempat dikonsumsi oleh siswa lainnya. Seluruh sisa kemasan tersebut langsung diserahkan kepada tim medis dan pihak berwenang guna keperluan pemeriksaan laboratorium.
Berdasarkan data pihak sekolah, ke-19 siswa yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan tersebut didominasi oleh murid yang duduk di bangku kelas III, IV, dan V. Gejala klinis yang ditunjukkan para siswa pun bervariasi, mulai dari mual-mual, kram perut hebat, hingga pusing. Bahkan, delapan anak di antaranya dilaporkan mengalami muntah-muntah di area sekolah.
Meski terindikasi basi, Fatoni mengonfirmasi bahwa produk susu yang dibagikan tersebut secara administratif belum memasuki masa kedaluwarsa, di mana tanggal yang tercantum pada kemasan menunjukkan angka tahun 2027. Oleh sebab itu, muncul dugaan bahwa kerusakan kualitas susu terjadi pada prosedur penyimpanan di gudang distribusi atau saat mobilisasi menuju sekolah.
Pihak sekolah berharap proses evaluasi mutu makanan program nasional ini dapat diperketat ke depannya agar insiden serupa tidak terulang kembali demi keselamatan anak didik. Di sisi lain, beberapa perwakilan wali murid sempat mengaku panik luar biasa saat mendengar kabar anak-anak mereka harus dievakuasi ke puskesmas menggunakan sepeda motor oleh para guru.
Hingga rilis ini diterbitkan, kasus dugaan keracunan massal ini masih dalam penanganan mendalam oleh pihak kepolisian dan dinas kesehatan setempat. Pihak SPPG Bogowanti selaku penyedia logistik makanan juga tengah dimintai klarifikasi resmi terkait standar operasional prosedur penyiapan menu tersebut.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar hukum dan medis untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menimpa belasan siswa SDN Sendangharjo tersebut.
(Rgw/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!