kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
7 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Desainer Kelas Dunia Kecewa Logo Hari Jadi Rembang Diganti, Ungkap Hanya Ada Kesepakatan Verbal

Desainer Kelas Dunia Kecewa Logo Hari Jadi Rembang Diganti, Ungkap Hanya Ada Kesepakatan Verbal
Desainer Kelas Dunia Kecewa Logo Hari Jadi Rembang Diganti, Ungkap Hanya Ada Kesepakatan Verbal

REMBANG, kawaljateng.com  – Polemik penarikan Logo Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 terus menggelinding panas menjelang puncak perayaan pada 27 Juli mendatang. Kabar mengejutkan datang dari sang kreator logo orisinal, Catur Argi, yang akhirnya buka suara mengenai pembatalan sepihak dan status kerja samanya dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

Profil Catur Argi sendiri bukan desainer sembarangan. Ia dikenal luas sebagai desainer grafis dan ilustrator independen asal Indonesia yang kerap berkiprah di kancah internasional. Tercatat, Catur telah memenangkan lebih dari 80 penghargaan bergengsi di platform global LogoLounge, dan karya-karyanya dipercaya oleh deretan merek raksasa dunia seperti Nike, Adobe, Anker, hingga GoDaddy.

Saat dikonfirmasi langsung melalui pesan digital, desainer berkelas dunia ini tidak menampik adanya rasa kecewa yang mendalam terkait keputusan panitia daerah.

"Rasa kecewa pasti ada, dilihat dari logo yang sudah kami buat sudah sangat proper, dan lengkap, kemudian diganti dengan logo yang hasilnya seperti itu ya kami kecewa," ujar Catur Argi saat memberikan pernyataan resmi, Senin (6/7/2026).

Meski terpukul dengan keputusan tersebut, Catur mengaku tetap menyimpan kebanggaan tersendiri. Ia juga menyebutkan telah menerima penjelasan dari pihak terkait bahwa logo kompleks bermuatan ornamen infrastruktur yang saat ini terpasang di situs web resmi merupakan keputusan final.

"Intinya Kami bangga bisa membantu dalam proses pembuatan logo hari jadi, biarpun logonya tidak jadi dipakai. Kemudian kemarin juga sudah dijelaskan bahwa logo yang baru ini sudah keputusan final," tambahnya.

Terganjal Deadline Mepet, Hanya Sebatas Kesepakatan Verbal

Saat disinggung mengenai ikatan hukum atau kontrak kerja sama yang mengikat antara dirinya dengan dinas terkait, Catur membeberkan fakta bahwa proyek kolaborasi ini belum sempat dituangkan ke dalam dokumen formal.

"Kontrak ada, tapi bukan secara dokumen lengkap, karena kemarin deadline juga sangat mepet jadi hanya sebatas kesepakatan verbal," ungkap Catur blak-blakan.

Ketiadaan kontrak hitam di atas putih inilah yang diduga kuat membuat posisi tawar karya desainer lokal menjadi rentan terhadap perubahan kebijakan publik secara mendadak. Seperti diketahui, di hari yang sama saat logo karya Catur diluncurkan pada 1 Juli 2026, Sekretariat Daerah Rembang justru mengeluarkan Surat Edaran yang melampirkan versi logo berbeda total.

Logo pengganti tersebut belakangan dikritik tajam oleh publik karena memuat visual jembatan yang mirip Jembatan Suramadu dan ornamen pelabuhan bersimbol Pelindo, yang dinilai warganet sangat tidak relevan dengan kondisi geografis Kabupaten Rembang, bahkan memicu dugaan penggunaan aset buatan kecerdasan buatan (AI).

Salah seorang perwakilan warga, Yulianto, sangat menyayangkan sikap Pemkab Rembang yang dinilai kurang mengapresiasi talenta lokal yang sudah diakui dunia internasional.

"Ini ironis sekali. Rembang punya putra daerah berprestasi internasional yang karyanya dipakai merek dunia seperti Nike dan Adobe. Ketika diminta berkontribusi untuk tanah kelahirannya, karyanya justru di-takedown tanpa konfirmasi transparan dan diganti visual yang tidak relevan dengan identitas Rembang. Ini preseden buruk bagi iklim kreatif di daerah," tegas Yulianto kepada awak media.

Hingga rilis ini ditayangkan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Isti Choma Wati, saat dikonfirmasi sebelumnya masih enggan memberikan kejelasan. "Mohon maaf, saya belum bisa memberikan statement nggih," jawabnya singkat.

Sementara itu, pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Rembang bersama jajaran Panitia Besar Hari Jadi ke-285 belum merilis keterangan resmi guna menjawab polemik pergantian logo serta landasan kesepakatan verbal yang kini menuai sorotan publik tersebut. (kj/red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!