kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
17 September 2026
Logo Mobile
Kategori

Dari Pangkuan Ibu ke Panggung MTQ Nasional, Kisah Kakak-Adik Rembang Fia dan Ofa ‎

Dari Pangkuan Ibu ke Panggung MTQ Nasional, Kisah Kakak-Adik Rembang Fia dan Ofa  ‎
Zumrotul Luthfiyyah (kiri) dan Durrotul Muqoffa (kanan), kakak beradik asal Rembang yang menjadi peserta MTQ Nasional ke-31 di Semarang.

‎REMBANG, KawalJateng.com- Dari hafalan Al-Qur’an di pangkuan sang ibu hingga tampil di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Begitulah perjalanan dua kakak beradik asal Kabupaten Rembang, Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa.

‎Keduanya menjadi bagian dari Kafilah Jawa Tengah dalam MTQ Nasional ke-31 yang digelar di Kota Semarang.

‎Zumrotul Luthfiyyah atau akrab disapa Fia turun pada cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri. Sementara adiknya, Durrotul Muqoffa atau Ofa, mengikuti cabang Tafsir Bahasa Indonesia Putri.

‎Keduanya merupakan putri pasangan KH Sulaiman dan Ny. Hj. Mundasah, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Furqon, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

‎Kecintaan Fia dan Ofa terhadap Al-Qur’an telah tumbuh sejak usia dini. Sang ibu dan ayah secara langsung mendampingi proses mereka menghafalkan Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kemampuan dalam berbagai cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an.

‎Ny. Hj. Mundasah masih mengingat bagaimana Ofa kecil menjalani proses menghafal Al-Qur’an.

‎"Bahkan seringkali Ofa itu menghafal Al-Qur’an di pangkuan saya sampai tertidur," kata Ny. Hj. Mundasah, Rabu (16/9/2026).

Hafal 30 Juz Sejak Usia Dini

‎Fia dan Ofa mulai menghafalkan Al-Qur’an sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

‎Fia mengungkapkan, ketika berusia tujuh tahun, dirinya bersama Ofa yang kala itu masih berusia lima tahun berhasil menghafalkan 30 juz Al-Qur’an dalam waktu sekitar delapan bulan.

‎"Dengan dibimbing Abah dan Umi, kami berdua menghafal Al-Qur’an bersama-sama dan khatam dalam waktu delapan bulan," kisah Fia.

‎Sejak saat itu, keduanya mulai mengikuti berbagai perlombaan tahfidz Al-Qur’an. Kompetisi yang diikuti tidak hanya di tingkat kecamatan dan kabupaten, tetapi berlanjut hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Fia Tantang Diri di Tafsir Bahasa Inggris

‎Pada MTQ Nasional ke-31, Fia memilih cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri. Cabang tersebut menjadi tantangan tersendiri karena peserta tidak hanya dituntut menguasai Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan menyampaikan tafsir menggunakan Bahasa Inggris.

‎Fia mengaku memang memiliki ketertarikan terhadap Bahasa Inggris. Modal tersebut kemudian ia kembangkan secara mandiri untuk mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional.

‎"Kebetulan saya suka Bahasa Inggris. Jadi jauh-jauh hari saya mulai berlatih tafsir Al-Qur’an dengan Bahasa Inggris secara mandiri," ujarnya.

‎Sementara Ofa mengikuti cabang Tafsir Bahasa Indonesia Putri. Dalam persiapannya, ia mendapat pendampingan dari kedua orang tuanya.

‎Beberapa bulan menjelang pelaksanaan MTQ Nasional, keduanya juga memperoleh pembinaan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tingkat pusat dan Jawa Tengah, baik secara daring maupun luring.

‎"Puncaknya adalah ketika kita dikarantina di Semarang sejak tanggal 20 Agustus 2026 hingga menjelang lomba di Semarang," kata Ofa.

Punya Segudang Prestasi

‎‎Pengalaman Fia dalam dunia tahfidz dan MTQ sudah terbilang panjang.

‎Ia pernah meraih Juara I Tahfidz 20 Juz STQ Nasional 2017, Juara I Tahfidz 30 Juz MHQ Pesantren tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018, serta Juara II Tafsir Bahasa Inggris MTQ tingkat Jawa Tengah 2018.

‎Fia juga pernah meraih Juara Harapan I Tahfidz 10 Juz MTQ Nasional di NTB serta Harapan III Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional di Kalimantan Timur.

‎Sementara Ofa juga memiliki sederet prestasi di tingkat nasional dan internasional.

‎Di antaranya Juara I Tahfidz 10 Juz STQ Nasional 2011 di Banjarmasin, Juara I Tahfidz 20 Juz MTQ Nasional 2016 di NTB, serta menjadi delegasi Indonesia dalam MHQ 30 Juz tingkat internasional di Iran pada 2018.

‎Pada 2019, Ofa kembali meraih Juara I Tahfidz 30 Juz pada MTQ Mahasiswa Nasional di Banda Aceh.

‎Ia juga meraih Juara I Tahfidz 30 Juz dan Tafsir Bahasa Indonesia pada MTQ Provinsi Jawa Tengah 2025, serta menjadi juara pada MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat Nasional 2022.

‎Selain itu, Ofa pernah meraih Juara II Tafsir Bahasa Arab STQ tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018.

‎Kini, pengalaman panjang tersebut kembali mereka bawa ke panggung MTQ Nasional ke-31 di Semarang.

‎Bagi Fia dan Ofa, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut bukan sekadar kompetisi. Perjalanan itu menjadi bagian dari proses panjang mereka dalam menjaga hafalan, mendalami Al-Qur’an, sekaligus membawa nama Jawa Tengah di tingkat nasional. (Aziz/KJ)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!