PATI, KawalJateng.com - Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat (Damkar Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati menerima berbagai laporan non kebakaran. Tidak hanya menangani si jago merah saja, ternyata Damkar Kabupaten Pati juga menangani berbagai macam kasus gangguan binatang meliputi tikus, ular, tawon, tokek, biawak, dan berbagai hewan lainnya.
Bahkan Damkar Kabupaten Pati juga kerap membantu masyarakat ketika di posisi sulit, seperti terperosok ke selokan, pelepasan cincin yang sulit, bahkan permintaan-permintaan random lainnya. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri karena masyarakat sangat mencintai para petugas Damkar atas kepercayaan yang besar.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar Linmas Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo menyebut dari Januari sampai Juli 2026 sudah ada 400 laporan yang masuk terkait aduan non kebakaran. Peningkatan cukup drastis daripada tahun 2025 lalu, yang selama setahun mencapai 200 laporan.
"Laporan non kebakaran saat ini di Pati sudah ada aduan 400 dari Januari sampai Juli. Pada 2025 ada 200 aduan. Hampir dua kali lipat, padahal masih pertengahan tahun," ungkapnya saat ditemui KawalJateng.com di ruangannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Mereka selalu sedia peralatan yang lengkap menunjang evakuasi adanya peristiwa-peristiwa tersebut. Standar Operasional Prosedur (SOP) tetap dikedepankan dalam bertugas di lokasi kejadian.
"Apa yang sekiranya dibutuhkan masyarakat beda-beda seperti evakuasi sarang tawon vespa kita lakukan jelang maghrib, karena kalau malam tawon sudah tidur. Ketika ada ular, kita membawa alat penjepit. Jadi sudah sesuai SOP, dan kita jelaskan ke pelapor," ujar Dwi.
Para pelapor juga harus memahami mekanisme evakuasi. Sehingga mereka tidak perlu khawatir ketika petugas damkar bertindak.
"Tahapan apa yang pelapor butuhkan kita beri pemahaman, bahkan mobil terjebak masuk selokan kita evakuasi. Kita selalu membantu," imbuhnya.
Walaupun kerap dipandang remeh, akan tetapi segala aduan akan ditindak secara maksimal. Menurutnya damkar punya tanggungjawab memastikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat.
"Dengan itu kita lihat masyarakat care, masyarakat nyaman dengan damkar. Saat aduan ular, sarang tawon di atas rumah, biawak masuk ke dalam rumah, bahkan tokek kecil di dalam rumah memanggil damkar, bahkan tikus di atas ternit damkar datang," ujarnya.
Damkar Kabupaten Pati siaga 24 jam untuk melayani masyarakat. Masyarakat bisa melapor dengan mencantumkan bukti berupa foto dan video, sehingga hal itu dapat ditindaklanjuti.
"Damkar selalu hadir dulu. Walaupun sepele, masyarakat merasakan kondisi tidak nyaman kita wajib datang," pungkas Dwi. (Sgh/Red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!