REMBANG — Kasus dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Rembang bikin Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan teramat tegas. Tidak ada ruang toleransi untuk kelengahan yang mengancam nyawa anak-anak!
Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono, menegaskan bahwa Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang tidak layak dan melanggar standar akan langsung digembok alias ditutup permanen.
"Yang jelas kalau ada bangunan yang sudah keracunan, dapurnya jelek, kita tutup permanen. Karena itu membahayakan!" tegas Trenggono saat memberikan evaluasi keras kepada seluruh Kepala Dapur SPPG se-Kabupaten Rembang, Kamis (10/9/2026).
Mengapa Ini Bisa Terjadi?
Trenggono membongkar alasan utama di balik musibah ini: Abaikan SOP!
Manusia Boleh Lengah, Tapi Makanan Anak Tak Boleh Asal: Ketidakpatuhan kecil di dapur bisa berujung petaka besar di perut para siswa.
Sanksi Tanpa Kompromi: Dapur yang terbukti kotor atau tak memenuhi standar sanitasi tidak akan diberi kesempatan kedua.
Gandeng Pemkab, Sidak Langsung Digelar!
Mencegah kasus serupa berulang, BGN merangkul Pemkab Rembang untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh dapur SPPG. Wakil Bupati Rembang dipastikan turun langsung ke lapangan.
Jika ditemukan fasilitas yang jauh dari kata layak, surat rekomendasi penutupan bakal langsung dilayangkan ke BGN.
Kabar Terbaru 28 Siswa Terdampak
Hingga malam ini, tercatat masih ada 28 anak yang menjalani pemulihan. Beruntung, berkat penanganan cepat Pemkab Rembang, kondisi para siswa dilaporkan terus membaik.
Pihak BGN juga dijadwalkan datang langsung untuk menjenguk dan memberikan dukungan moral agar para siswa cepat sembuh dan bisa kembali tersenyum di sekolah. (Yul/KJ)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!