PATI, kawaljateng.com – Musim karnaval tengah ramai digelar di Kabupaten Pati. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati tradisi sedekah bumi hingga hari besar di tingkat desa.
Di tengah iring-iringan karnaval, sosok majoret menjadi salah satu pusat perhatian penonton. Peran pemandu irama tersebut salah satunya dijalankan oleh Balqies Iqa Nur Azizah, majoret dari grup Groovy Drum Corps.
Gadis berusia 17 tahun ini menyampaikan bahwa menjadi seorang majoret membutuhkan stamina dan keseimbangan fisik yang prima agar tangkas memainkan tongkat saat memimpin rombongan.
"Tantangan aku sebagai majoret tuh cenderung di stamina Kak, harus siap capek, pegal, dan kadang cedera kecil. Untuk kesulitan, jujur menurutku nggak ada sih Kak, karena aku enjoy selama perform. Paling kesulitannya di lapangan jangan sampai tongkat jatuh," ujar Balqies kepada KawalJateng.com, Jumat (24/7/2026).
Warga Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati ini menambahkan, menjadi majoret juga menuntut fokus dan ketahanan fisik di tengah cuaca ekstrem.
"Mungkin kesulitannya aku harus stay elegan, bawa tongkat, lempar dan lempar, apalagi di bawah teriknya matahari atau hujan saat tampil. Kalau aku pribadi karena suka tampil, suka vibe-nya, dan pengin nunjukin kalau aku bisa solid dan stylish. Nah, jadi majoret juga cara aku buat grow, tampil all out, dan bikin tim makin kompak," kata lulusan SMAN 1 Pati tersebut.
Balqies menceritakan, keterlibatannya sebagai majoret bermula dari ketidaksengajaan saat ia mengikuti seleksi lain. Manajer Groovy Drum Corps melirik potensi serta postur tubuhnya.
"Aku ditunjuk sama Manajer Groovy Drum Corps saat seleksi catwalk Duta Budaya. Waktu itu aku dihampiri, ditanya, terus diajak untuk ikut majoret. Beliau nunjuk aku karena tinggi badanku yang lumayan dan bisa confident di depan umum, karena waktu itu aku mengenakan heels 15 sentimeter," ungkapnya.
Untuk menjaga kualitas performa di lapangan, Balqies rutin mengasah fisik dan keterampilannya secara mandiri maupun berkolaborasi dengan senior.
"Untuk meningkatkan performa, H-1 minggu perform saya setiap sore latihan di rumah, terkadang juga latihan di Lapangan PGRI sama senior. Kalau latihan sama senior hanya untuk melatih gerakan baru, kalau untuk lari-lari dan push-up saya latih di rumah sendiri," pungkasnya. (Sgh/red)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!