kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
24 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang, Firman Soebagyo Dorong Petani Beralih ke Komoditas Tahan Kering

Antisipasi El Nino dan Kemarau Panjang, Firman Soebagyo Dorong Petani Beralih ke Komoditas Tahan Kering
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Firman Soebagyo, S.H., M.H., mengimbau para petani untuk segera bersiap menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

KAWALJATENG.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Firman Soebagyo, S.H., M.H., mengimbau para petani untuk segera bersiap menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Langkah antisipasi tersebut perlu dilakukan melalui perubahan pola tanam secara cerdas dan adaptif.

Firman menilai, selama ini sektor pertanian terlalu bergantung pada budidaya padi sawah yang membutuhkan pasokan air melimpah. Padahal, Indonesia memiliki potensi lahan kering yang sangat luas dan belum dimanfaatkan secara optimal.

"Selama ini kita terlalu terpaku pada padi sawah. Padahal kita punya lahan kering yang luas. Ini saatnya kita optimalkan dengan komoditas yang ramah iklim kering," ujar Firman Soebagyo.

Solusi Komoditas Unggulan saat Kemarau

Untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah cuaca ekstrem, Firman merekomendasikan beberapa komoditas yang tahan terhadap kondisi kering:

Pangan Alternatif Tahan Kering: Optimalisasi penanaman padi gogo, sorgum, dan jagung.

Sumber Pangan Bergizi: Pemanfaatan berbagai jenis umbi-umbian sebagai alternatif pangan masyarakat.

Peluang Pendapatan Baru: Strategi diversifikasi komoditas untuk membuka keran pendapatan baru bagi petani di musim kemarau.

Dukungan Pemerintah dari Hulu ke Hilir

Meski demikian, Firman menegaskan bahwa keberhasilan perubahan pola tanam ini tidak bisa dibebankan kepada petani semata. Kehadiran dan dukungan nyata dari pemerintah pusat maupun daerah sangat diperlukan dari hulu hingga hilir.

Dukungan konkret yang dibutuhkan petani meliputi:

Data Iklim Terpercaya: Informasi prakiraan cuaca yang akurat dan berkala dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pasokan Benih Adaptif: Penyediaan benih unggul tahan kering dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Jaminan Pasar: Kepastian penyerapan hasil panen dan stabilitas harga agar petani tidak dirugikan saat melakukan peralihan tanaman.

"Pemerintah harus hadir dari hulu sampai hilir. Mulai dari informasi, benih, sampai jaminan pasar. Jangan sampai petani gagal panen karena tidak siap," tegas legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Dengan koordinasi yang kuat antara pemerintah, lembaga terkait, dan para petani, diharapkan dampak kemarau panjang dapat ditekan sehingga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani tetap terjaga. (Eko/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!