kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
11 Agustus 2026
Logo Mobile
Kategori

AMPB Gelar Reuni Akbar di Alun-Alun, Peringati Satu Tahun Aksi 13 Agustus

AMPB Gelar Reuni Akbar di Alun-Alun, Peringati Satu Tahun Aksi 13 Agustus
Aksi AMPB di depan Mapolresta Pati. (Singgih Tri/KawalJateng.com)

PATI, KawalJateng.com - Aksi besar akan kembali dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sebagai momentum refleksi setahun aksi mendemo penurunan Bupati Pati nonaktif Sudewo. Aksi itu mulai dijalankan pada 13 Agustus 2026 besok.

Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto menyampaikan aksi reuni AMPB berlangsung di Alun-Alun Simpang Lima Pati dan halaman Kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Dalam aksi tersebut mereka akan menyampaikan tuntutan yang dihimpun dari seluruh masyarakat Kabupaten Pati.

"Reuni akbar AMPB akan digelar untuk kegiatan aksi tanggal 12 dan 13. Koordinatornya kita bagi di empat titik, Pati Utara, Pati Timur, Pati Selatan, dan Pati Kota. Kami menyampaikan pendapat di muka umum mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB di alun-alun dan halaman Gedung DPRD Pati," ucapnya kepada awak media, Selasa, 11 Agustus 2026.

Atas nama masyarakat Kabupaten Pati, AMPB meminta agar pemangku kebijakan membatalkan kebijakan yang membebani masyarakat, lalu membuat kebijakan yang melindungi masyarakat. Kemudian, meminta pencegahan tindak pidana korupsi sebagai secara tegas dan tepat. Selanjutnya, meminta jaminan bantuan sosial, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat miskin. 

Lebih lanjut, pihaknya ingin pemerintah membina kerukunan dan mencegah adu domba masyarakat. Mengingat, banyak konflik horizontal terjadi akibat perpecahan di tengah masyarakat.

Berikutnya, pihaknya mendesak ada sinergitas antara pejabat publik dan masyarakat untuk menciptakan suasana damai, aman, dan nyaman. Dan, memperingatkan wakil rakyat pro pada masyarakat.

"Kami mendesak DPRD menggelar sidang paripurna dan Pemkab Pati memutuskan

 penghapusan pajak UMKM dan PKL, kemudian hapus pajak opsen PKB dan dan biaya balik nama. Untuk pokok isu nasional, kami minta setujui untuk hukum mati bagi koruptor dan perampasan aset koruptor," ungkap pria asal Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo itu.

"Pencegahan tindakan KKN bagi pejabat dan aparat di Kabupaten Pati. Transparansi kepada masyarakat. Kebijakan yang aspiratif harus diskusi sama rakyat," imbuhnya.

Turut mendampingi, Supriyono alias Botok mengajak agar masyarakat tidak terprovokasi pada oknum yang sengaja memecah belah massa.

Di aksi besok, Botok juga akan menghadirkan aktivis dari luar daerah.

"Reuni akbar kita mulai setelah dhuhur. Saya mohon jangan memprovokasi dan terprovokasi," pesan aktivis AMPB yang sempat dipenjara itu.

Dalam aksi tersebut AMPB berencana memutar musik dengan sound horeg. Serta dikemas dengan pengajian. (Sgh/Red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!