kawaljateng.com - Mengawal Informasi Terpercaya
11 Juli 2026
Logo Mobile
Kategori

Alat Berat Rusak, Tata Kelola 80 Ton Sampah di TPA Landoh Rembang Menghadapi Kendala Teknis

Alat Berat Rusak, Tata Kelola 80 Ton Sampah di TPA Landoh Rembang Menghadapi Kendala Teknis
Dok. Humas Pemkab Rembang

REMBANG, KawalJateng.com – Upaya penanganan kendala teknis pada infrastruktur pengelolaan sampah di Kabupaten Rembang menemui hambatan baru. Proses perbaikan satu-satunya alat berat jenis ekskavator yang menjadi tumpuan operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Landoh diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga hari ke depan.

Kondisi ini terbilang krusial mengingat TPA Landoh setiap harinya harus menerima dan mengolah pasokan sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Rembang yang mencapai sekitar 80 ton. Guna meratakan, menimbun, dan memindahkan gunungan sampah harian tersebut, aktivitas di lapangan sepenuhnya bergantung pada ekskavator berusia tua yang kini mengalami kerusakan berupa kebocoran oli tersebut.  

Kepala Bidang Pengolahan Sampah Kabupaten Rembang, Agus, menjelaskan bahwa kendala utama dalam percepatan pemulihan alat berat ini terletak pada ketersediaan suku cadang. Komponen pengganti yang dibutuhkan saat ini tidak tersedia pada stok lokal, sehingga harus menunggu proses pemesanan terlebih dahulu.

"Untuk perbaikan ekskavator, perkiraan 2-3 hari semoga bisa segera selesai, dikarenakan suku cadang pengganti yang rusak terkadang belum ada stoknya, jadi menunggu diorder dulu sama toko onderdilnya," jelas Agus saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (11/7/2026) malam.

Faktor lain yang memperumit situasi di lapangan adalah status armada penunjang TPA. Selain ekskavator tersebut, satu unit dozer milik TPA Landoh saat ini juga masih berada di bengkel untuk perbaikan akibat kerusakan terpisah. Tanpa adanya armada cadangan yang siap pakai, aktivitas pengolahan puluhan ton sampah di tingkat hilir kini berada dalam ancaman stagnasi total.  

Guna mengantisipasi tumpukan sampah harian yang terus berdatangan selama masa perbaikan alat tersebut, pihak TPA Landoh telah menyiapkan langkah kedaruratan. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk meminjam unit ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat demi memastikan penataan sampah tetap berjalan.

"Utk mengatasi penataan sampah yg tiap hari datang ke TPA, kita sudah berencana utk pinjam excavator punya e DPU yg dulu jg pernah kita pinjam utk penataan sampah di TPA supaya sampah tidak mbludak sampe keluar ke jalan desa kerep," pungkas Agus.

Tantangan teknis di TPA Landoh ini menjadi catatan penting bagi tata kelola kebersihan daerah. Melalui langkah koordinasi lintas dinas ini, operasional penataan sampah diharapkan dapat terus bertahan hingga proses pengadaan suku cadang dari toko onderdil selesai, guna mencegah penumpukan sampah yang dapat meluas ke fasilitas publik di sekitar lokasi. (kj/red)

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!